Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korban Tewas Kebakaran Apartemen di Hong Kong Bertambah Jadi 146 Orang

📅 Senin, 01 Des 2025, 06:05 WIB | Oleh:
Korban Tewas Kebakaran Apartemen di Hong Kong Bertambah Jadi 146 Orang Doc: istimewa
Ket. Kebakaran apartemen di Hong Kong beberapa hari lalu menelan ratusan korban jiwa.

HONG KONG - Otoritas Hong Kong pada Minggu (30/11) melaporkan jumlah korban tewas akibat kebakaran hebat di kompleks apartemen Wang Fuk Court meningkat menjadi 146, menjadikannya tragedi paling mematikan di kota itu dalam beberapa dekade.

Polisi mengatakan unit verifikasi korban telah memastikan 159 orang yang sebelumnya dinyatakan hilang berada dalam kondisi selamat, sementara proses identifikasi terus berlangsung.

Kepala unit verifikasi korban, Tsang Shuk-yin, mengatakan jumlah korban luka mencapai 79 orang hingga Minggu pukul 16.00 waktu setempat, termasuk 12 petugas pemadam kebakaran.

Tercatat 100 laporan orang hilang yang belum dapat ditelusuri akibat data tidak lengkap, pelapor tidak memiliki alamat korban, atau individu yang dilaporkan bukan penghuni Wang Fuk Court, katanya.

Sebanyak 40 orang masih tercatat hilang, dan upaya pencarian terus dilakukan, lapor South China Morning Post.

Hong Kong memasuki masa berkabung tiga hari pada Sabtu untuk menghormati para korban, sementara operasi penyelamatan memasuki hari kelima meski api telah berhasil dikendalikan.

Otoritas setempat memperingatkan jumlah korban jiwa kemungkinan bertambah menyusul penemuan lebih banyak jasad dalam bangunan yang hangus terbakar.

Kebakaran di kompleks Wang Fuk Court, yang memiliki lebih dari 1.900 unit, itu terjadi pada Rabu siang dan menyebar cepat. Kebakaran diduga dipicu perancah bambu yang terpasang di bagian luar gedung.

Kompleks tersebut terdiri dari delapan menara yang dihuni sekitar 4.000 orang. Pada Jumat, sekitar 800 warga telah dievakuasi ke hotel dan tempat tinggal sementara.

Polisi menahan dua direktur dan seorang konsultan teknik dari Prestige Construction & Engineering Company atas dugaan pembunuhan tidak berencana (manslaughter).

Menurut penyelidik, perancah bambu dan lembaran plastik penutup jendela mempercepat penyebaran api hingga melalap beberapa lantai dalam hitungan menit.

Tragedi ini menjadi kebakaran pertama dalam 17 tahun terakhir di Hong Kong yang mencapai status darurat level 5, kategori tertinggi dalam sistem penanganan bencana kota itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.