Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kolaborasi BPOM–UI Dorong Penguatan Sains Produk Antiaging

📅 Rabu, 10 Des 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kolaborasi BPOM–UI Dorong Penguatan Sains Produk Antiaging Doc: Antara
Ket. Kepala BPOM Taruna Ikrar (kiri) dan Dekan FFUI Arry Yanuar (kanan).

Depok - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mendorong Universitas Indonesia (UI) untuk menghasilkan riset inovatif mendukung pengembangan produk kosmetik dan suplemen antipenuaan karena miliki potensi pasar yang sangat besar di era silver economy.

“Produk kosmetik anti-penuaan dan suplemen kesehatan memiliki potensi pasar yang sangat besar di era silver economy. Namun, inovasi harus dibangun di atas fondasi sains yang kuat, uji keamanan yang komprehensif, serta regulasi yang mampu melindungi konsumen lansia sebagai kelompok rentan,” kata Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam keterangan tertulis dari UI, Rabu (10/12).

Taruna menegaskan hal tersebut saat menjadi pembicara utama dalam kuliah umum di Fakultas Farmasi UI pada yang mengusung tema “Tren Global dan Respon Regulasi: Prospek Produk Kecantikan Anti-Penuaan dan Suplemen di Silver Economy”.

Taruna menjelaskan bahwa silver economy merupakan fenomena demografis yang tidak dapat terpisahkan dari peningkatan kebutuhan produk kesehatan, perawatan diri, dan suplemen bagi lansia.

Namun demikian, kelompok lansia juga memiliki karakteristik fisiologis berbeda, sehingga memerlukan perhatian khusus dari segi formulasi produk, klaim manfaat, serta aspek keamanan.

Ia mengatakan kuliah umum juga berperan sebagai ruang strategis untuk pertukaran gagasan terkait tantangan dan peluang industri kosmetik dan suplemen di tengah meningkatnya populasi lanjut usia di tingkat global.

Taruna juga menekankan peran BPOM dalam memastikan keamanan, mutu, dan klaim produk melalui pengawasan sebelum pemasaran dan pasca-pemasaran, penguatan standar, serta pendekatan regulasi berbasis risiko dan bukti ilmiah.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi konsumen dan tanggung jawab industri dalam menyampaikan informasi produk secara etis dan akurat.

Sebaiknya Anda baca juga:

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI Hamdi Muluk menilai bahwa kolaborasi antara akademisi dan regulator merupakan kunci dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang berorientasi pada perlindungan masyarakat.

Dia mengatakan Fakultas Farmasi UI memiliki peran strategis dalam menjembatani riset dengan kebutuhan regulasi dan industri.

Dekan Fakultas Farmasi UI Arry Yanuar menyampaikan bahwa kegiatan itu mencerminkan komitmen Fakultas Farmasi UI dalam mengintegrasikan sains, inovasi, dan regulasi.

Public lecture ini menjadi wujud nyata sinergi akademisi dan regulator dalam menjawab tantangan pengembangan produk kosmetik dan suplemen di era silver economy, dengan menempatkan keselamatan dan perlindungan konsumen sebagai prioritas utama,” ujar Arry Yanuar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.