Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kepala Polisi Seoul Jadi Terdakwa Kasus Halloween Itaewon

📅 Sabtu, 20 Jan 2024, 14:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala Polisi Seoul Jadi Terdakwa Kasus Halloween Itaewon Doc: CNA/Reuters/Kim Soo-hyeon
Ket. Potret korban yang tewas dalam tragedi Halloween Itaewon di Seoul City Hall Plaza, Korea Selatan, 24 Oktober 2023.

SEOUL - Kepala polisi Seoul didakwa melakukan kelalaian profesional atas tragedi Halloween yang menewaskan hamipr 160 orang pada 2022, kata jaksa di ibu kota Korea Selatan.

Pada 29 Oktober 2022, puluhan ribu orang, sebagian besar berusia 20-an dan 30-an, menikmati perayaan liburan pascapandemi di distrik kehidupan malam Itaewon di Seoul.

Namun malam itu berubah menjadi bencana ketika orang berdesakan memasuki gang sempit dan landai antara bar dan klub, beban tubuh mereka dan kurangnya pengendalian massa yang efektif menyebabkan lebih dari 150 orang terjepit hingga tewas.

Kim Kwang-ho, kepala Badan Kepolisian Metropolitan Seoul, didakwa melakukan kelalaian profesional yang mengakibatkan cedera atau kematian, kata Kantor Kejaksaan Distrik Barat Seoul dalam sebuah pernyataan yang dirilis Jumat (19/1).

Sebagai ketua SMPA, dia "tidak mengambil tindakan yang diperlukan, seperti mengerahkan pasukan polisi yang memadai dan memastikan komando dan pengawasan yang tepat" pada hari terjadinya peristiwa tersebut, kata pernyataan itu, meskipun dia dapat "melihat potensi bahaya yang timbul" dari kepadatan di area hiburan malam.

Kim, pejabat tertinggi kepolisian yang diadili atas tragedi tersebut, didakwa tanpa ditahan.

Pada Januari tahun lalu, Kim dan 22 pejabat lainnya dari kepolisian, kantor penyelamatan, dan distrik diserahkan ke kejaksaan oleh tim investigasi khusus polisi atas dugaan kesalahan penanganan terhadap peristiwa tersebut.

Jaksa kemudian menuntut kepala kantor polisi di distrik Yongsan, Seoul, yang meliputi Itaewon, dan kantor Daerah Yongsan, namun belum memutuskan untuk mendakwa Kim selama lebih dari setahun.

Pernyataan pada hari Jumat mengatakan, Kim "bersama kepala Kantor Polisi Yongsan dan kepala kantor Daerah Yongsan yang saat ini diadili, secara kolektif menyebabkan kematian 158 orang dan cedera pada 312 orang sebagai akibat dari kelalaian profesional".

Keluarga korban mengatakan menyesali proses pengambilan keputusan yang panjang oleh jaksa sebelum menuntut Kim.

"Pimpinan Kim harus segera mundur dari jabatannya dan diadili," kata keluarga tersebut dalam sebuah pernyataan.

"Presiden Yoon Suk Yeol harus segera memberhentikan Kim."

Transformasi cepat Korea Selatan dari negara yang dilanda perang menjadi negara dengan perekonomian terbesar keempat di Asia dan pusat budaya global merupakan sumber kebanggaan nasional.

Namun serangkaian bencana yang sebenarnya bisa dicegah - seperti tenggelamnya kapal feri Sewol pada tahun 2022 dan tenggelamnya kapal feri Sewol pada tahun 2014 yang menewaskan 304 orang - telah mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pihak berwenang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.