Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenekraf Perkuat Ekosistem Talenta Kreatif Bersama King's College

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 04:48 WIB | Oleh:
Kemenekraf Perkuat Ekosistem Talenta Kreatif Bersama King's College Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Kementerian Ekonomi Kreatif berupaya memperkuat ekosistem talenta ekonomi kreatif (ekraf) melalui kerja sama yang terjalin bersama King's College London.

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif berupaya memperkuat ekosistem talenta ekonomi kreatif (ekraf) melalui kerja sama yang terjalin bersama King's College London.

"Kami berharap kerja sama ini dapat mendorong pertukaran pengetahuan, pengembangan riset, serta program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif nasional,” kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Rabu (8/10).

Melalui audiensi yang digelar pada Selasa (7/10), Riefky mengatakan kerja sama akan berfokus pada pengembangan talenta dan riset di bidang ekonomi kreatif serta penguatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari.

KEK Singhasari merupakan bagian dari inisiatif pemerintah dalam mendorong percepatan ekonomi kreatif digital nasional. Kawasan ini dikembangkan sebagai pusat inovasi dan kolaborasi lintas sektor, termasuk pendidikan, riset, dan industri kreatif.

Adanya kolaborasi itu dinilai membuka potensi yang sejalan dengan arah kluster program Kementerian Ekonomi Kreatif dan asta ekraf, khususnya dalam Talenta Ekraf.

“Kami ingin mengembangkan berbagai model kolaborasi, tidak hanya pada jenjang magister, tetapi juga pelatihan jangka pendek, riset terapan, hingga pertukaran mahasiswa dan dosen. Dengan pendekatan tersebut, talenta muda Indonesia bisa langsung menghadapi tantangan nyata di lapangan,” ujar dia.

Director of Academic Indonesia Projects King’s College London Simon Tanner menyatakan akan mendukung agenda prioritas pemerintah Indonesia melalui penyelenggaraan program pendidikan dan penelitian di bidang ekonomi kreatif dan digital.

Salah satunya adalah program MSc Digital Economies yang telah memasuki cohort ketiga pada September 2025 dengan peserta dari LPDP, BUMN, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Executive Dean Faculty of Arts and Humanities itu juga mengatakan bahwa Fakultas Seni dan Humaniora yang jadi penyelenggara program itu kini menduduki peringkat ke-17 dunia versi QS World University Rangkings dan dikenal unggul dalam riset ekonomi kreatif serta gig economy.

“Kami ingin memastikan program-program akademik kami dirancang bersama agar relevan dengan kebutuhan tenaga kerja kreatif di Indonesia," ujar dia.

Tanner turut mengatakan bersedia membuka peluang riset bersama, program doktoral kolaboratif, serta pengembangan kurikulum Global Cultural Creative Industries yang selaras dengan agenda pembangunan kreatif Indonesia.

Hal lain yang ia sampaikan yakni adanya potensi besar sektor industri kreatif Indonesia yang diharapkan mampu menyumbang sekitar delapan persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 3,95 persen.

Ia menambahkan bahwa King’s College memiliki keunggulan dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dan etika digital, dengan lebih dari 20 peneliti senior lintas disiplin yang fokus pada penerapan AI dalam konteks sosial dan budaya.

Dengan demikian, kerja sama ini nantinya juga menjadi bagian dari UK-Indonesia Growth Partnership Agreement, di mana sektor creative and cultural industries menjadi salah satu prioritas utama Inggris.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.