Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebutuhan Air Bersih Warga Kepulauan Seribu Dipastikan Terjamin Berkat Penerapan Teknologi

📅 Kamis, 13 Mar 2025, 17:58 WIB | Oleh:
Kebutuhan Air Bersih Warga Kepulauan Seribu Dipastikan Terjamin Berkat Penerapan Teknologi Doc: ANTARA/HO-Pemkab Kep Seribu
Ket. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Seribu, M Fadjar Churniawan meninjau sistem eksisting Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dan Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) yang menyediakan air bersih bagi warga.

JAKARTA - Pemkab Kepulauan Seribu memastikan kebutuhan air warganya yang berada di tujuh pulau berpenduduk terjamin berkat penerapan teknologi eksisting Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dan Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) yang berfungsi optimal.

Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) merupakan teknologi desalinasi yang mengubah air laut menjadi air tawar atau siap minum sedangkan Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) merupakan teknologi yang mengubah air payau menjadi air tawar atau siap minum.

"Kami memastikan sistem ini berfungsi dengan baik dan optimal," kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Seribu, M Fadjar Churniawan di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan keberadaan teknologi SWRO dan BWRO ini sangat penting untuk pemenuhan kebutuhan air bersih warga di Kepulauan Seribu.

Menurut dia dalam satu pekan ini dirinya telah melakukan monitoring di Pulau Harapan, Pulau Kelapa, Pulau Karya, Pulau Panggang, Pulau Tidung, Pulau Lancang, dan Pulau Untung Jawa.

"Alhamdulillah, semuanya sistem ini berjalan lancar," kata dia.

1741862972_fd2e15b7be1b9002e1c2.jpeg

Ia menjelaskan seluruh SWRO di Kepulauan Seribu mampu memproduksi air bersih mencapai 1.867 liter per hari dengan alokasi air bersih untuk warga masing-masing 64 liter per hari.

"Setiap pulau memiliki kapasitas yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masyarakat," terangnya.

Ia menambahkan pemenuhan air bersih termasuk untuk kebutuhan konsumsi di Kepulauan Seribu sangat penting sehingga menjadi perhatian utama pemerintah.

"Kami terus memastikan air yang dikonsumsi warga baik untuk minum, mandi, maupun mencuci itu layak," ungkapnya.

Dirinya juga memastikan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di enam pulau berjalan baik.

Ia menegaskan saat ini hanya IPAL di Pulau Kelapa sedang dalam proses perbaikan.

"Alhamdulillah, kondisi IPAL juga tidak ada kendala. Hanya di Pulau Kelapa saat ini sedang dalam proses perbaikan," bebernya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.