Kamala Harris Ternyata Punya Kedekatan dengan Eksekutif Media Penyelenggara Debat Pilpres
📅 Selasa, 13 Agu 2024, 00:09 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
WASHINGTON - Perjalanan pemilihan presiden Amerika Serikat semakin hangat. Setelah kandidat Partai Republik, Donald Trump menuduh pesaingnya, Kamala Harris menggunakan AI untuk memalsukan massa pendukung dalam sebuah kampanye di Michigan, kini muncul kabar bahwa ada kedekatan antara sang wapres dengan dengan eksekutif perusahaan yang menaungi stasiun televisi penyelenggara debat pilpres berikutnya, ABC News.
The New York Times menulis, di atas kertas potensi konflik kepentingan kondisi ini tampak jelas: ABC News, tuan rumah debat presiden berisiko tinggi bulan depan berada di bawah lingkup wewenang seorang eksekutif perusahaan tinggi di Disney yang kebetulan merupakan teman lama calon dari Demokrat tersebut.
Eksekutif tersebut, Dana Walden, pertama kali bertemu Kamala Harris pada tahun 1994. Suami mereka, Matt Walden dan Doug Emhoff, telah saling kenal sejak tahun 1980-an.
"Keluarga Walden sahabat yang luar biasa," ujar sang wapres karena menyumbangkan uang untuk kampanye politik Harris setidaknya sejak tahun 2003, ketika ia mencalonkan diri sebagai jaksa wilayah di San Francisco.
"Dalam banyak hal, Dana dan Matt bertanggung jawab atas pernikahan saya," canda Harris dalam sebuah acara penggalangan dana pada bulan April 2022 di rumah keluarga Walden di Brentwood, daerah kantong kaya di Los Angeles tempat Harris dan Emhoff juga memiliki tempat tinggal. Keluarga Walden, jelas Wakil Presiden Harris, menjodohkan pasangan yang kemudian menjodohkannya dengan Emhoff dalam kencan buta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lawan Harris dari Partai Republik, mantan Presiden Donald J. Trump, baru-baru ini menggugat ABC News atas pencemaran nama baik, dan dia beserta sekutunya sering kali cepat menuduh organisasi berita bias ketika mereka tidak senang dengan liputannya.
ABC News mengatakan bahwa persepsi apa pun tentang konflik yang melibatkan Walden bukanlah kenyataan. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa eksekutif tersebut, yang mengawasi 18 bisnis di seluruh kerajaan Disney yang luas, hanya terlibat dalam masalah-masalah korporat divisi berita (seperti anggaran dan jumlah staf) dan bahwa ia tidak memiliki suara dalam keputusan editorial.
"ABC News telah membangun reputasinya yang sudah lama berdasarkan integritas jurnalistik," kata jaringan tersebut dalam sebuah pernyataan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Semua keputusan editorial berada di tangan manajemen ABC News dan para jurnalis serta produser ABC yang berpengalaman, yang menjunjung tinggi standar jurnalistik tertinggi."
Para eksekutif media korporat lainnya telah mendukung kandidat politik. Atasan Walden, Robert A. Iger, kepala eksekutif Walt Disney Company, yang memiliki ABC, telah memberikan ratusan ribu dolar kepada Demokrat selama bertahun-tahun. Rupert Murdoch, yang keluarganya mengendalikan Fox Corporation, menjadi tamu di Konvensi Nasional Partai Republik bulan lalu di Milwaukee.
Namun, jarang sekali persahabatan sejati dan abadi seperti yang terjalin antara Harris dan Walden. Kedekatan mereka bukanlah rahasia di kalangan Los Angeles dan Washington, meskipun hal itu menjadi lebih menonjol mengingat naiknya Harris ke puncak daftar calon presiden, dan konfirmasi ABC pada hari Kamis bahwa jaringan tersebut akan menyelenggarakan debat pada jam tayang utama yang dapat menentukan masa depan politik si wakil presiden.
Sebagai eksekutif televisi tertinggi di Disney, Walden, 59 tahun, mengawasi ABC, jaringan stasiun televisi lokal, sejumlah studio TV, konstelasi jaringan kabel, dan layanan streaming Disney.
Dalam portofolio yang luas itu terdapat ABC News. Di bawah kepemimpinan Walden, biografi resminya di situs web Disney menyatakan, "ABC News terus mendominasi sebagai jaringan berita No. 1 di Amerika."
"Ibu Walden tidak pernah menjadi tuan rumah acara penggalangan dana untuk Harris sejak Juni 2022, ketika ABC News berada di bawah naungannya," ungkap Disney Entertainment dalam pernyataan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!