Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jelang Ramadan, Kenali Tanda-tanda Anak Belum Siap Berpuasa, Para Orang Tua Wajib Bijaksana

📅 Senin, 26 Jan 2026, 17:15 WIB | Oleh:
Jelang Ramadan, Kenali Tanda-tanda Anak Belum Siap Berpuasa, Para Orang Tua Wajib Bijaksana Doc: Antara/Aditya Nugroho
Ket. Sejumlah anak berdoa sebelum berbuka puasa bersama di Masjid Besar Al-Ula, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Jakarta, 26/1 (ANTARA) - Psikiater National Hospital Surabaya dr. Aimee Nugroho, SpKJ mengingatkan orang tua untuk memperhatikan tanda-tanda psikologis anak yang belum siap menjalani puasa Ramadan.

Pengenalan puasa yang dipaksakan dapat menimbulkan tekanan emosional dan berdampak pada kesehatan mental anak.

Menurut dr. Aimee, orang tua perlu waspada jika anak menunjukkan perubahan emosi, seperti mudah marah, menangis berlebihan, atau menarik diri dari interaksi sehari-hari. Keluhan fisik tanpa sebab medis, seperti sakit perut, pusing, atau mual, juga dapat menjadi indikator tekanan psikologis.

“Kecemasan berlebihan, misalnya takut gagal puasa, takut dimarahi, atau takut berdosa, juga bisa muncul,” kata dr. Aimee kepada pewarta, Sabtu (24/1).

Selain itu, perilaku regresif seperti mengompol, tantrum, atau kembali ke tingkah laku lebih kekanak-kanakan, serta penurunan minat belajar dan gangguan tidur, perlu dicermati. Menurut dr. Aimee, tanda-tanda tersebut bukan berarti anak manja, melainkan sinyal bahwa beban psikologisnya melebihi kemampuan anak untuk menghadapinya.

Psikiater tersebut menekankan pentingnya membedakan disiplin sehat dan tekanan psikologis. Disiplin sehat terlihat ketika anak merasa tertantang tapi tetap aman, boleh gagal tanpa takut, mau mencoba lagi keesokan harinya, dan ada rasa bangga, bukan takut.

Sementara itu, tekanan psikologis muncul ketika anak berpuasa karena takut hukuman atau malu, cemas berlebihan menjelang sahur atau berbuka, memaksakan diri meski sangat tidak nyaman, dan mengasosiasikan puasa dengan rasa tertekan.

“Jika anak terlihat taat tapi tegang, orang tua perlu mengevaluasi pendekatannya,” kata dr. Aimee.

Dalam membantu anak memaknai puasa secara positif, dr. Aimee menyarankan agar puasa dikenalkan secara bertahap sesuai kesiapan mental anak, bukan berdasarkan usia atau perbandingan dengan anak lain. Anak juga perlu diyakinkan bahwa rasa lelah atau lapar adalah hal wajar, dan nilai dirinya tidak diukur dari seberapa lama ia berpuasa.

Orang tua dapat mendukung anak melalui komunikasi empati, memberi ruang untuk mengekspresikan perasaan, dan menekankan proses belajar puasa. Dengan pendekatan yang konsisten, anak belajar menjalani puasa dengan rasa aman, memahami makna ibadah, dan menjadikan pengalaman Ramadan sebagai kesempatan tumbuh. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.