Mahasiswi Pembuat Meme Jokowi-Prabowo akan Dibina
📅 Senin, 12 Mei 2025, 16:27 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Istimewa
JAKARTA - Institut Teknologi Bandung (ITB) akan memhina mahasiswi berinisial SSS yang membuat meme Jokowi-Prabowo. Sebelumnya mahasiswi Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB itu sempat diamankam pihak kepolisian usai mengunggah meme di media sosial.
"ITB akan melanjutkan proses pembinaan akademik dan karakter terhadap yang bersangkutan," ujar Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (ITB), N. Nurlaela Arief, di Jakarta, Senin (12/5).
Dia menjelaskan, Mahasiswi SSS telah mendapatkan penangguhan penahanan oleh kepolisian. Pihaknya apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Kapolri, Wakil Ketua DPR RI, serta Ketua Komisi III DPR RI. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi dan Saintek, Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM), Tim Pengacara, Keluarga Mahasiswa ITB (KM ITB), para Alumni ITB, rekan-rekan media, serta masyarakat luas yang turut mengawal proses ini.
"ITB berkomitmen untuk mendidik, mendampingi dan membina mahasiswi tersebut untuk dapat menjadi pribadi dewasa yang bertanggung jawab, menjunjung tinggi adab dan etika dalam menyampaikan pendapat dan berekspresi, dengan dilandasi nilai-nilai kebangsaan," jelasnya.
Nurlela mengungkapkan, sebagai bagian dari upaya edukatif, ITB akan memperkuat literasi digital, literasi hukum dan etika berkomunikasi di berbagai media, termasuk dengan penyelenggaraan diskusi terbuka, kuliah umum, dan program pembinaan yang melibatkan teman sebaya, pakar dan dosen. Hal ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa tentang kebebasan yang konstruktif dalam era digital.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pihaknya mendorong seluruh civitas akademika untuk menjadikan peristiwa ini sebagai refleksi bersama. Menurutnya, kebebasan berekspresi adalah hak setiap warga negara, namun harus dijalankan dengan tanggung jawab, pemahaman hukum, serta penghormatan terhadap hak dan martabat orang lain.
"ITB terus melakukan segala upaya untuk terciptanya atmosfer akademik yang sehat dan berkualitas, tetap memberi ruang bagi kebebasan berkumpul, berpendapat dan berekspresi, melakukan kajian kritis, namun tetap sopan, beretika dan bertanggung jawab," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!