Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Investor Muda Mendominasi, Transaksi Pasar Modal Sulteng Meledak Rp1 Triliun

📅 Rabu, 24 Sep 2025, 17:06 WIB | Oleh:
Investor Muda Mendominasi, Transaksi Pasar Modal Sulteng Meledak Rp1 Triliun Doc: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Ket. Arsip Foto - Petugas melintasi layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/9).

PALU - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat transaksi pasar modal di Sulawesi Tengah menembus Rp1 triliun sepanjang Januari–Agustus 2025. Lonjakan ini dipicu meningkatnya jumlah investor muda, terutama generasi Z, yang kini berani masuk ke dunia saham. Tren positif tersebut membuat Sulteng kian diperhitungkan sebagai daerah dengan pertumbuhan pasar modal tercepat di Indonesia.

"Kami terus melakukan upaya percepatan supaya transaksi semakin bertumbuh hingga akhir tahun nanti," kata Kepala BEI Perwakilan Sulteng Putri Irnawati, di Palu, Rabu.

Ia menjelaskan, tren perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap konsisten positif, meskipun beberapa waktu mengalami tekanan, namun secara keseluruhan menunjukkan performa yang baik.

Di Sulteng sentimen positif herhadap aktivitas transaksi dipicu peningkatan jumlah investor pasar modal, sehingga tren tersebut masih sangat kuat dalam menjaga iklan investasi di bursa efek, dengan jumlah pertumbuhan Single Investor Identification (SID) 15.424 orang.

"Hingga Juli 2025 jumlah investor melantai di pasar modal Sulteng 135.509 SID, dibandingkan tahun 2024 hanya 120.085 SID dengan jumlah transaksi Rp9 triliun. Kami optimis tahun ini jumlah transakai jauh lebih meningkat," ujarnya.

Menurut dia, kemajuan pasar modal di Sulteng tidak terlepas dari peran edukasi yang dilakukan pihaknya secara masif, baik kepada pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum.

"Kami selalu menjaga kemudahan orang berinvestasi di pasar modal. Di samping itu investasi di bursa efek tidak mesti butuh modal besar. Kami mencermati pertumbuhan SID di daerah ini salah satunya mungkin dipengaruhi kebijakan modal yang sederhana," kata Putri.

Ia menambahkan dari 135.509 SID, sekitar 38.329 di antaranya merupakan investor saham, didominasi gen Z dengan usia 18-25 tahun sekitar 37,7 persen berdasarkan klasifikasi usia, disusul usia 26-30 tahun 25,6 persen, 31-40 tahun 24,2 persen, dan usia 41-100 tahun 12 persen.

Sementara, persentase investor saham berdasarkan pekerjaan masih didominasi saham kalangan swasta yakni 32,56 persen, kemudian kalangan pelajar 22,6 persen, pengusaha 15,8 persen, pegawai negeri 6,24 persen, ibu rumah tangga 3,9 persen, guru 1,9 persen, TNI/Polri 1,2 persen, pensiunan 0,33 persen dan lainnya 15,2 persen.

"Kami melihat masyarakat usia muda mulai berani masuk ke ruang-ruang bisnis, persentase mereka sangat mendominasi beberapa tahun terakhir," ujarnya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.