Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabupaten Kudus Targetkan Penambahan 50 Desa Tangguh Bencana

4 Jumat, 14 Nov 2025, 09:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabupaten Kudus Targetkan Penambahan 50 Desa Tangguh Bencana Kabupaten Kudus Targetkan Penambahan 50 Desa Tangguh Bencana Doc: ANTARA
Ket. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko saat mendampingi Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengecek peralatan pendukung untuk penanganan bencana alam. 

KUDUS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menargetkan tambahan 50 desa tangguh bencana dari 82 desa tangguh bencana yang sudah terbentuk, sebagai antisipasi dini penanggulangan bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana alam.

"Dalam waktu dekat ini, kami akan mengundang pihak desa yang belum membentuk desa tangguh bencana (Destana) untuk diberikan pembinaan dan persiapan pembentukannya," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko di Kudus, Jumat (14/11).

Ia berharap pertemuan tersebut bisa mendorong masing-masing desa yang belum membentuk destana mulai mempersiapkan diri untuk segera membentuknya.

Menurut dia keberadaan destana memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kemampuan adaptasi, kesiapsiagaan, serta percepatan pemulihan saat terjadi bencana alam.

"Manfaat destana cukup besar, karena desa memiliki masyarakat tangguh bencana yang mampu mandiri menghadapi ancaman bencana serta segera memulihkan diri dari dampaknya," ujarnya.

Dengan adanya destana, warga desa juga dapat bergerak cepat mengatasi masalah kebencanaan, baik dalam pencegahan maupun penanganan ketika bencana terjadi, sehingga risiko kerugian dapat ditekan dan proses pemulihan berlangsung lebih cepat.

Dalam proses pembentukannya, desa harus membentuk forum pengurangan risiko bencana, relawan kaji cepat, serta melengkapi dokumentasi dan peralatan kebencanaan sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

BPBD, lanjut Eko, akan memberikan pendampingan penuh melalui pelatihan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan.

"Nantinya kami akan memberikan pendampingan, termasuk pelatihan terhadap para relawan, sehingga setiap desa memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas," ujarnya.

Dengan target penambahan 50 destana baru, BPBD berharap seluruh desa yang berjumlah 132 desa dan kelurahan di Kabupaten Kudus dapat menjadi desa tangguh bencana. Bahkan, desa yang tidak berada di kawasan rawan bencana tetap bisa berperan membantu desa lain yang terdampak, baik melalui pengiriman personel maupun dukungan sarana prasarana penanganan bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

TNI dan BMKG Semai 2,8 Ton Garam di Kalimantan.

44 menit yang lalu | Yebdi Trismar

Nasional
TNI dan BMKG Semai 2,8 Ton ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Anggota DPR: Penyadapan ke Presiden Kasus Luar Biasa, Polri Harus Ungkap Siapa Aktor Utamanya

Anggota DPR: Penyadapan ke Presiden Kasus Luar Biasa, Polri Harus Ungkap Siapa Aktor Utamanya

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.