Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inggris, Prancis, Kiev Membahas Kemungkinan Pengiriman Pasukan Perdamaian

📅 Minggu, 06 Apr 2025, 21:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inggris, Prancis, Kiev Membahas Kemungkinan Pengiriman Pasukan Perdamaian Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi pembahasan Koalisi Relawan untuk Ukraina oleh sejumlah pemimpin Eropa.

MOSKWA – Panglima Angkatan Bersenjata Inggris, Laksamana Tony Radakin, membahas kemungkinan pengiriman “pasukan perdamaian” ke Ukraina dalam pertemuan dengan mitra dari Prancis dan Ukraina di Kiev, demikian disampaikan Kementerian Pertahanan Inggris.

“Sebagai bagian dari upaya Inggris memimpin pembentukan Koalisi Relawan/Coalition of the Willing untuk mewujudkan perdamaian yang langgeng di Ukraina, Panglima Angkatan Bersenjata Laksamana Tony Radakin bertemu mitra dari Ukraina dan Prancis di Kiev,” tulis pernyataan tersebut.

“Para kepala staf militer membahas struktur, jumlah, dan komposisi yang diperlukan untuk membentuk pasukan penjamin di Ukraina di masa depan.”

Dalam pernyataan tersebut tidak disebutkan siapa perwakilan dari Prancis dan Ukraina yang turut hadir dalam pertemuan dengan Radakin.

Usai pertemuan puncak Koalisi Relawan di Paris pada 27 Maret lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa sejumlah negara anggota koalisi berencana mengirim “pasukan penangkal” ke Ukraina.

Macron menegaskan bahwa inisiatif gabungan Prancis-Inggris itu tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran militer Ukraina, dan pasukan penangkal tersebut bukanlah pasukan perdamaian.

Tujuan mereka adalah untuk menahan laju Russia, dan mereka akan dikerahkan di lokasi-lokasi strategis yang telah ditentukan bersama dengan pihak Ukraina.

Macron mengakui bahwa tidak semua pihak menyetujui inisiatif tersebut, namun kesepakatan penuh bukanlah syarat untuk menjalankannya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Russia, Sergey Lavrov, menegaskan pada 6 Maret bahwa Russia tidak melihat adanya ruang kompromi dalam isu pengiriman pasukan perdamaian asing ke Ukraina.

Lavrov menambahkan bahwa jika kontingen asing benar-benar dikerahkan, negara-negara Barat tidak akan bersedia menyepakati syarat-syarat penyelesaian damai karena kehadiran kontingen tersebut akan menciptakan “fakta di lapangan”.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Russia menyatakan bahwa rencana sejumlah negara Uni Eropa untuk mengirim “pasukan perdamaian” ke Ukraina merupakan langkah provokatif yang hanya akan memelihara ilusi di kalangan otoritas Kiev.

Dinas Intelijen Luar Negeri Russia (SVR) juga menyebutkan bahwa negara-negara Barat tengah mempertimbangkan pengiriman kontingen “pasukan perdamaian” yang disebut-sebut berjumlah sekitar 100.000 personel ke Ukraina, yang pada kenyataannya akan menjadi bentuk pendudukan terselubung.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa pengiriman pasukan perdamaian hanya bisa dilakukan jika seluruh pihak dalam konflik menyetujuinya. Menurutnya, masih terlalu dini untuk berbicara soal pengiriman pasukan perdamaian ke Ukraina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.