Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IMF Ajak G20 Perkuat Arsitektur Keuangan Dunia

📅 Selasa, 28 Feb 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
IMF Ajak G20 Perkuat Arsitektur Keuangan Dunia Doc: ISTIMEWA
Ket. YOHANES B SUHARTOKO Pengamat Ekonomi dari Universitas Katolik Atmjaya Jakarta - Kerja sama pengembalian utang dengan reschedulling, restructuring, bahkan refinancing sangat diperlukan.

» Komunitas internasional bertanggung jawab mencari solusi bagi anggota keluarga global paling rentan.

» Kerja sama pengembalian utang dengan reschedulling, restructuring, bahkan refinancing sangat diperlukan.

WASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) mengajak seluruh pimpinan negara-negara kelompok 20 (G20) memperkuat arsitektur keuangan internasional, khususnya di bidang resolusi utang melalui penguatan jaring pengaman keuangan global.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (27/2), mengatakan komunitas internasional memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama mencari solusi bagi anggota keluarga global yang paling rentan.

Dengan melambatnya pertumbuhan global tahun ini yang berada di bawah rata-rata historis, menyebabkan banyak masyarakat di banyak negara berjuang untuk memenuhi kebutuhan.

Dalam resolusi utang, dia sangat mendukung upaya untuk memperkuat arsitektur utang dan meningkatkan kecepatan dan efektivitas penyelesaian utang. Langkah tersebut mengingat meningkatnya kerentanan utang di banyak negara.

Kerentanan utang negara, yang sudah meningkat sebelum pandemi, telah diperburuk guncangan pandemi Covid-19 dan invasi Russia ke Ukraina. Kondisi tersebut terutama dirasakan negara-negara berkembang dan berpenghasilan rendah karena ruang kebijakan fiskal yang sangat terbatas, sementara kebutuhan pembangunan sangat besar.

Sebab itu, dia menekankan pentingnya G20 memperkuat arsitektur utang. G20 melakukan langkah itu pada 2020 dengan Debt Service Suspension Initiative (DSSI) dan membentuk Common Framework (CF) untuk penyelesaian utang.

"Sejak itu, CF memberikan operasi utang untuk Chad. Sekarang sangat penting untuk menyelesaikan restrukturisasi utang Zambia, membentuk Komite Kreditor untuk Ghana, dan memajukan kerja sama dengan Ethiopia," jelasnya.

Meskipun demikian, proses yang lebih dapat diprediksi, tepat waktu, dan teratur diperlukan baik untuk negara-negara di bawah CF maupun untuk negara-negara yang tidak masuk di dalamnya termasuk Sri Lanka dan Suriname.

Untuk memperkuat jaring pengaman keuangan global, IMF sendiri telah meningkatkan pinjaman karena anggotanya menghadapi tantangan ekonomi signifikan. Melalui fasilitas pinjaman standar dan pembiayaan darurat, IMF telah menyetujui pembiayaan sebesar 272 miliar dollar AS untuk 94 negara sejak awal pandemi, di mana sebanyak 57 negara di antaranya adalah negara berpenghasilan rendah.

Terancam Bangkrut

Menanggapi pernyataan IMF itu, pengamat ekonomi dari Universitas Katolik Atmjaya Jakarta, Yohanes B Suhartoko, mengatakan pascapandemi, utang hampir semua negara meningkat karena meningkatnya pengeluaran pemerintah di tengah lesunya konsumsi, investasi, dan ekspor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.