Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hari AIDS Sedunia Momen Gencarkan Skrining TB pada Populasi Kunci

📅 Sabtu, 30 Nov 2024, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hari AIDS Sedunia Momen Gencarkan Skrining TB pada Populasi Kunci Doc: ANTARA/Mecca Yumna
Ket. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono di Jakarta, Jumat (29/11/2024).

JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan Hari HIV/AIDS Sedunia adalah pengingat penting untuk sejumlah hal terkait penanganan, salah satunya pemeriksaan rutin untuk mengetahui penyakit-penyakit lain yang menyertai, seperti tuberkulosis (TB).

"Penyakit-penyakit lain yang menyertai yang terbanyak misalnya tuberkulosis. Tuberkulosis pada pasien HIV ini adalah salah satu yang membuat pasien HIV bisa meninggal," kata Dante ketika ditemui di Jakarta, Jumat (29/11).

Dikutip dari situs resmi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat, TB menjadi penyakit yang mematikan bagi orang dengan HIV (ODHIV) karena HIV melemahkan sistem imun seseorang. Kemudian, sistem imun yang lemah dapat membuat bakteri TB, yakni Mycobacterium tuberculosis, yang semula tidak aktif menjadi aktif.

Dia berharap dengan adanya pemeriksaan rutin TB pada pasien-pasien HIV ini, katanya, maka lebih cepat diidentifikasi untuk penanganan.

Adapun pesan Hari HIV/AIDS Sedunia, yakni "Take the Rights Path" atau “Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa”, mengingatkan pemerintah bahwa pemeriksaan pada populasi kunci menjadi penting.

"Kemudian yang kedua adalah kita masih mempunyai cakupan angka viral load yang diperiksanya masih rendah. Jadi, pada mereka yang sudah diobati seharusnya melakukan pemeriksaan secara berkala," dia menambahkan.

Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Ina Agustina Isturini mengatakan bahwa menurut data Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA), sampai September 2024, baru 71 persen orang dengan HIV (ODHIV) mengetahui status HIV dirinya, 64 persen ODHIV ikut terapi antiretroviral (ARV), dan baru 48 persen ODHIV yang ikut terapi tersebut dites viral load dan virusnya tersupresi.

Ina menyebutkan, untuk mencapai target Three Zero HIV/AIDS pada 2030, harus ada 95 persen ODHIV terdiagnosa, 95 persen ODHIV mengikuti pengobatan, dan 95 persen ODHIV yang mengikuti pengobatan virusnya tersupresi.

Adapun Three Zero HIV/AIDS meliputi tiga hal, yakni tidak ada lagi infeksi baru HIV, tidak ada lagi kematian karena HIV/AIDS, dan tidak ada lagi diskriminasi terhadap ODHIV.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.