Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guterres: Pemanasan Global Berakhir, Era Pendidihan Global Telah Tiba

📅 Sabtu, 29 Jul 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Guterres: Pemanasan Global Berakhir, Era Pendidihan Global Telah Tiba Doc: KENZO TRIBOUILLARD/AFP
Ket. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres

WASHINGTON - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, memperingatkan bahwa bumi telah bergerak ke era mendidih secara global. Hal itu mengacu pada konfirmasi para ilmuwan, Kamis (27/7), yang menyatakan Juli menjadi bulan terpanas dalam catatan sejarah.

The Straits Times melaporkan panas yang diintensifkan oleh pemanasan global telah memengaruhi puluhan juta orang di beberapa bagian Eropa, Asia, dan Amerika Utara bulan ini, ditambah dengan kebakaran hutan dahsyat yang menghanguskan Kanada dan sebagian Eropa selatan.

"Perubahan iklim di sini menakutkan dan ini baru permulaan," kata Guterres yang mendesak segera berani bertindak untuk mengurangi emisi yang memanaskan planet.

"Era pemanasan global telah berakhir; era pendidihan global telah tiba," katanya.

Dalam tiga minggu pertama pada Juli ini suhu global rata-rata tercatat di atas periode komparatif apa pun. Organisasi Meteorologi Dunia dan Layanan Perubahan Iklim Copernicus atau World Meteorological Organisation and Europe's Copernicus Climate Change Service (C3S) Eropa, mengatakan "sangat mungkin" bahwa Juli 2023 akan menjadi bulan terpanas.

Direktur C3S, Carlo Buontempo, mengatakan suhu pada periode tersebut luar biasa, dengan anomali yang begitu besar sehingga para ilmuwan yakin rekor tersebut telah dipecahkan bahkan sebelum bulan berakhir.

Di luar catatan resmi itu, dia mengatakan data proksi untuk iklim lebih jauh lagi, seperti lingkaran pohon atau inti es.

"Suhu yang terlihat pada periode tersebut belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kita dalam beberapa ribu tahun terakhir," kata Buontempo. "Bahkan mungkin lebih lama lagi di urutan 100.000 tahun," katanya.

Sekitar 1,2 derajat Celsius pemanasan global sejak akhir 1800-an, didorong oleh pembakaran bahan bakar fosil, telah membuat gelombang panas menjadi lebih panas, lebih lama dan lebih sering, serta mengintensifkan cuaca ekstrem lainnya seperti badai dan banjir.

Ancaman eksistensial

Panas yang hebat dan kebakaran hutan dahsyat yang terlihat pada Juli di seluruh bagian belahan bumi utara telah menimbulkan kekhawatiran atas dampaknya terhadap kesehatan, ekosistem, dan ekonomi.

Dengan sebagian besar wilayah Amerika Serikat (AS) menghadapi gelombang panas yang memecahkan rekor, Presiden AS, Joe Biden, menyebut suhu yang melonjak akibat perubahan iklim sebagai "ancaman eksistensial".

"Saya kira tidak ada lagi yang bisa menyangkal dampak perubahan iklim," katanya di Gedung Putih, di mana dia mengadakan konferensi video dengan Wali Kota Phoenix, Arizona, dan San Antonio, Texas yang dilanda panas.

Biden mengatakan panas adalah pembunuh terkait cuaca nomor satu di AS, menyebabkan 600 kematian setiap tahun, mengumumkan langkah-langkah untuk meningkatkan aturan keselamatan terkait panas bagi pekerja, terutama mereka yang bekerja di luar ruangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

4 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susu...
Nasional
DPR Dorong Pemerintah Buka ...
Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Megapolitan
Nasib 193 Pedagang Ikan Kra...
Megapolitan
Pedagang Ikan Pasar Kramat ...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.