Gerakan Kembali Bersekolah, 550 Anak di Sulbar Kini Bisa Belajar Lagi
📅 Sabtu, 02 Mei 2026, 20:29 WIB | Oleh: Yebdi TrismarLima ratus lima puluh anak tidak sekolah (ATS) di Provinsi Sulawesi Barat kembali mengenyam pendidikan setelah mengikuti program Gerakan Kembali Bersekolah.
"Angka ini merupakan bagian dari total 1.700 ATS yang tersebar di enam kabupaten," kata Kepala Dinas Pendidikan Sulbar Nehru Sagena, pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Provinsi Sulbar, di Mamuju, Sabtu.
Anak tidak sekolah yang kembali bersekolah tersebar di Kabupaten Mamuju sebanyak 141 anak, Majene (102), Polewali Mandar (119), Kabupaten Mamasa (92), Pasangkayu (69) dan Kabupaten Mamuju Tengah sebanyak 27 anak.
Program Gerakan Kembali Bersekolah, kata Nehru Sagena, dilaksanakan dalam waktu relatif singkat, yakni Februari hingga April 2026.
Tim lapangan menyasar 1.700 anak usia 16 hingga 21 tahun di 243 desa dari total 560 desa di Sulbar, termasuk 72 desa program Pasti Padu yang berfokus pada penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebanyak 407 petugas diterjunkan untuk melakukan verifikasi dan konfirmasi data, melibatkan penyuluh lapangan KB, pendamping desa dari Program P3MD, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) serta tenaga pendidik.
Dari hasil pendataan, sebanyak 1.033 anak menyatakan tidak ingin kembali bersekolah.
Selain itu, sebagian lainnya diketahui telah pindah domisili, meninggal dunia atau memiliki kondisi lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nehru Sagena menjelaskan berbagai faktor penyebab anak tidak bersekolah, yakni sebanyak 314 anak berhenti karena menikah atau mengurus rumah tangga, 287 anak tidak berminat sekolah dan 255 anak bekerja.
Kemudian, sebanyak 149 anak terkendala biaya, 87 anak karena jarak sekolah yang jauh, 65 anak dipengaruhi lingkungan dan sisanya disebabkan faktor lain.
Sementara, Gubernur Sulbar Suhardi Duka mengapresiasi capaian tersebut meski mengakui hasilnya belum maksimal.
"Dari 1.700 anak yang terdata, 550 berhasil kita kembalikan ke sekolah. Ini memang belum sampai 30 persen, tetapi menjadi langkah awal yang patut diapresiasi," kata Suhardi Duka
Pemerintah Provinsi Sulbar lanjutnya, telah menyiapkan dukungan bagi anak-anak yang kembali bersekolah, seperti penyediaan seragam, perlengkapan, hingga beasiswa guna mencegah mereka kembali putus sekolah.
Gubernur menegaskan, gerakan tersebut bukan sekadar program pemerintah, melainkan panggilan bersama seluruh pemangku kepentingan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!