Gen Z Cerdas Finansial: BPR/BPRS Siap Edukasi Lewat Teknologi Digital
📅 Senin, 26 Mei 2025, 10:00 WIB | Oleh: Yuniar Dwi Setiawati
Doc: Pribadi/yds
YOGYAKARTA – Industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di seluruh Indonesia kini tengah membidik Generasi Z (Gen Z) sebagai target nasabah baru. Dorongan ini tidak hanya bertujuan memperluas jangkauan layanan perbankan, tetapi juga menyoroti pentingnya literasi keuangan yang baik bagi Gen Z di era digital ini.
Ketua Umum DPP Perbarindo, Tedy Alamsyah, menjelaskan bahwa pergeseran preferensi nasabah dari generasi sebelumnya ke Gen Z menuntut adaptasi. "Kami sudah bersinergi dengan perguruan tinggi untuk melakukan sosialisasi, edukasi, dan literasi pada Gen Z," kata Tedy di sela Seminar Nasional dan Munaslub Perbarindo di Yogyakarta.
Hal ini krusial karena Gen Z akan menjadi tulang punggung ekonomi masa depan, dan pemahaman keuangan yang kuat adalah bekal utama mereka. Implementasi teknologi pun jadi kunci untuk memperkuat daya saing BPR/BPRS, memastikan mereka tetap relevan di tengah perubahan peradaban digital.
Dr. Ir. Fitriani, M.Sc., seorang pakar ekonomi digital dari Universitas Indonesia, pun menekankan urgensi literasi keuangan bagi Gen Z. "Generasi ini tumbuh di tengah gempuran informasi dan kemudahan transaksi digital, termasuk pinjaman online ilegal. Tanpa literasi keuangan yang memadai, mereka rentan terhadap risiko finansial. BPR/BPRS yang dekat dengan masyarakat bisa menjadi garda terdepan dalam mendidik Gen Z agar bijak mengelola uang, berinvestasi, dan memahami produk keuangan yang aman," ujarnya.
Senada dengan itu, Nanda Putri, seorang mahasiswi berusia 20 tahun di Yogyakarta, mengakui pentingnya hal ini. "Kami memang akrab dengan teknologi, tapi soal keuangan seringkali masih bingung. Banyak teman yang tergiur investasi instan atau pinjol ilegal karena kurang paham risikonya. Edukasi dari bank atau lembaga keuangan seperti BPR ini penting banget, biar kami enggak salah langkah," tutur Nanda.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak tinggal diam, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, turut berpendapat bahwa LPS siap membantu BPR/BPRS dari sisi teknologi untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan memerangi praktik tengkulak serta rentenir. Dengan penguatan sistem IT dan edukasi, BPR/BPRS diharapkan bisa membantu Gen Z membangun pondasi keuangan yang sehat sejak dini, meminimalkan risiko terjebak pinjaman ilegal, dan berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi mereka di masa depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!