Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menlu Sugiono Hubungi Menlu Iran, Tawarkan Lagi Kesiapan Indonesia Tengahi Konflik

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 15:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menlu Sugiono Hubungi Menlu Iran, Tawarkan Lagi Kesiapan Indonesia Tengahi Konflik Doc: ANTARA
Ket. Menlu RI Sugiono.

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan kembali maksud Indonesia memfasilitasi upaya de-eskalasi dan dialog damai terkait konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dalam perbincangannya dengan Menlu Iran Abbas Araghchi.

Dalam pernyataan di platform X, Selasa (3/3), Sugiono menyebut telah melakukan komunikasi via telepon dengan Araghchi untuk membahas eskalasi situasi di Timur Tengah.

"Indonesia senantiasa siap memainkan peran konstruktif dalam mendorong perdamaian, termasuk mengungkapkan keinginan kami memfasilitasi dialog dan mediasi," kata Menlu RI terkait pembicaraannya dengan Menlu Iran.

Sugiono mengatakan bahwa peran konstruktif tersebut dilandasi dengan keinginan bersama untuk mencegah eskalasi lebih lanjut serta menghentikan jatuhnya korban jiwa rakyat yang tak berdosa.

Ia menyampaikan desakan Indonesia terhadap semua pihak untuk menahan diri dan segera mengambil langkah de-eskalasi konflik.

Ia juga menekankan bahwa hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus senantiasa dipatuhi oleh semua pihak.

"Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan yang layak untuk mencapai stabilitas kawasan," katanya, menambahkan.

Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu melancarkan serangan gabungan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan menelan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas aksi militer itu dengan melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel serta aset-aset AS di sejumlah negara Teluk.

Merespons eskalasi konflik di Timur Tengah, Indonesia menyerukan penghentian segera permusuhan serta menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog guna menciptakan kembali kondusivitas kawasan.

Melalui pernyataan resmi di platform X pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri RI mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi jika disetujui pihak-pihak yang bertikai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Kendalian Inflasi, Bulog Le...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.