Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD Sulsel Sikapi Dugaan Permainan Harga Pupuk Subsidi

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 05:18 WIB | Oleh:
DPRD Sulsel Sikapi Dugaan Permainan Harga Pupuk Subsidi Doc: antara foto
Ket. Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud saat memimpin rapat dengar pendapat di Kantor sementara DPRD Sulsel, Makassar, Rabu (3/6).

MAKASSAR - Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menyikapi dugaan permainan harga pupuk bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) merespons pelaporan para petani di Kabupaten Bone.

"Kami menerima laporan dari petani mengenai harga pupuk bersubsidi yang ditengarai melebihi HET. Ada dugaan modus perpanjangan mata rantai penyaluran," ujar Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud saat memimpin rapat dengar pendapat di Kantor sementara DPRD Sulsel, Makassar, Rabu (3/6).

Menurut dia, mekanisme seharusnya penyaluran pupuk dari produsen ke pelaku usaha distribusi (PUD) atau distributor selanjutnya ke penerima pupuk pada titik serah (PPTS) atau pengecer. Namun terungkap ada dugaan permainan dalam jalur distribusi

"Tetapi, ternyata ada dugaan pihak lain yang ikut bermain melakukan jual beli di antaranya ini (pupuk bersubsidi)," paparnya dalam RDP tersebut dihadiri manajemen Pupuk Indonesia dan sejumlah perwakilan petani dari Bone.

Dalam rapat tersebut terungkap ada lima kecamatan terindikasi permainan jual beli pupuk bersubsidi tersebut masing-masing kecamatan Amali, Sibulae, Cina, Tonra dan Ma're. Dari laporan dugaan pelanggaran itu, terjadi selama periode 2025-2026. Terungkap berdasarkan bukti video dibawa pelapor terdapat selisih harga akibat manipulasi biaya pengantaran.

Berdasarkan standar harga nasional tingkat kios resmi mitra penjualan untuk pupuk Urea Rp90 ribu per sak isi 50 kg dan ​NPK Phonska Rp92 ribu per sak isi 50 kg. Tetapi di lapangan, petani menebusnya seharga Rp110 per sak. Pengecer berdalih ada kenaikan ongkos kirim.

"Dipermasalahkan itu ongkos kirimnya. Padahal, jaraknya sama, Urea Rp20 ribu dan NPK Phonska Rp18 ribu, sedangkan beratnya juga sama 50 kilogram. Ini ada modus tertentu maka harus kita cek langsung di lapangan," paparnya menyarankan.

Anggota Komisi B Mardjono menduga, ada pihak lain turut bermain seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau koperasi pada penebusan pupuk subsidi. Sebab, kemungkinannya berpotensi menambah jalur distribusi sehingga membuka peluang menaikkan harga.

"Apabila ada mata rantai tambahan, tentu ada potensi kenaikan harga ke petani menjadi lebih tinggi dari harga resmi. Jika terbukti ada pelanggaran pada distribusi pupuk itu, sanksi tegas wajib dijatuhkan kepada pihak yang terlibat," ucapnya menegaskan.

Merespons permasalahan tersebut, Senior Manager Regional 4A PT Pupuk Indonesia (Persero), Sukodim dalam rapat itu menegaskan, tidak pernah menginstruksikan penjualan pupuk baik subsidi maupun non subsidi ke petani secara langsung. Ia membantah, tidak ada kewajiban petani menerima pengantar tapi diambil langsung ke kios resmi.

"Kami tidak pernah menyarankan distributor maupun pengecer menjual langsung ke petani. Tidak ada itu pengantaran langsung, petani harus mengambil di kios. Silakan disampaikan buktinya dan segera kami tindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," paparnya menegaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Megapolitan
Tangerang Raya Redup Tersel...

Zheng Qinwen Coba Adang Swiatek di Babak 16 Besar US Open

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Zheng Qinwen Coba Adang Swi...
Megapolitan
Minggu, SIM Keliling Polda ...

Lumayan, Hasil Laga Pembuka PSIM Meraih Satu Poin

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Lumayan, Hasil Laga Pembuka...
Advertisement
Abu Letusan Krakatau Membuat Bandara Soekarno Hatta Akan Terus Ditutup

Abu Letusan Krakatau Membuat Bandara Soekarno Hatta Akan Terus Ditutup

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.