Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

FBI Menangkap Pria yang Merencanakan Serangan Bom di Bursa Efek New York

📅 Jumat, 22 Nov 2024, 14:25 WIB | Oleh:
FBI Menangkap Pria yang Merencanakan Serangan Bom di Bursa Efek New York Doc: Istimewa
Ket. Orang-orang melewati Bursa Efek New York pada 5 November 2024, di New York

NEW YORK - Badan investigasi utama di Amerika Serikat, Federal Bureau of Investigation (FBI) mengatakan, telah menangkap seorang pria Florida pada hari Rabu (20/11) dan didakwa atas rencana menanam bom di Bursa Efek New York minggu ini, dan meledakkannya dengan alat yang dikendalikan dari jarak jauh.

Dari US News, Harun Abdul-Malik Yener, 30 tahun, dari Coral Springs, Florida, didakwa atas tuduhan percobaan menggunakan alat peledak untuk merusak atau menghancurkan sebuah bangunan yang digunakan dalam perdagangan antarnegara bagian.

FBI mulai menyelidiki Yener pada bulan Februari berdasarkan informasi bahwa ia menyimpan "skema pembuatan bom" di sebuah unit penyimpanan. Mereka menemukan sketsa pembuatan bom, banyak jam tangan dengan pengatur waktu, papan sirkuit elektronik, dan perangkat elektronik lainnya yang dapat digunakan untuk membuat alat peledak, menurut FBI. Ia juga telah mencari hal-hal yang terkait dengan pembuatan bom secara daring sejak tahun 2017, menurut FBI.

Yener juga mengatakan kepada agen FBI yang menyamar bahwa ia ingin meledakkan bom seminggu sebelum Thanksgiving dan bahwa bursa saham di Manhattan bagian bawah akan menjadi lokasi populer untuk dijadikan sasaran.

“Bursa Efek, kami ingin menyerang itu, karena itu akan membangunkan orang-orang,” katanya kepada agen FBI yang menyamar, menurut dokumen pengadilan.

Yener, yang digambarkan sebagai "tunawisma," ingin mengebom bursa saham tersebut untuk "menghidupkan kembali" pemerintahan AS, dan menjelaskan bahwa hal itu akan "seperti ledakan nuklir kecil," yang akan menewaskan semua orang di dalam gedung, menurut dokumen pengadilan.

Pada bulan lalu, ia telah memasang kembali kabel radio dua arah sehingga dapat berfungsi sebagai pemicu jarak jauh untuk alat peledak dan berencana untuk mengenakan penyamaran saat menanam bahan peledak, menurut dokumen pengadilan.

Yener menjalani sidang pertamanya di pengadilan pada Rabu sore dan akan ditahan sambil menunggu persidangan.

Ia diketahui mengunggah video di saluran YouTube tentang pembuatan bahan peledak dan kembang api dari barang-barang rumah tangga, dan memiliki riwayat membuat ancaman, menurut dokumen pengadilan. Ia dipecat tahun lalu dari sebuah restoran di Coconut Creek, Florida, setelah mantan atasannya mengatakan ia mengancam akan "menembak Parkland di tempat ini."

Dia juga merupakan bagian dari kelompok kecil yang mencoba bergabung dengan kelompok anti-pemerintah sayap kanan " Boogaloo Bois " dan kelompok ekstremis Proud Boys tetapi ditolak keanggotaannya karena dia mengatakan ingin "mengejar kemartiran," menurut dokumen pengadilan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.