Dukcapil DKI Datangi Pulau Sabira: Pastikan Tak Ada Warga Kepulauan Seribu Tanpa Identitas
📅 Jumat, 08 Mei 2026, 17:55 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta melakukan monitoring administrasi kependudukan ke Pulau Sabira, pulau terluar paling utara di wilayah DKI Jakarta, Jumat (8/5). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan data kependudukan warga di wilayah terluar ibu kota tetap akurat dan tertib administrasi.
Monitoring dilakukan bersama Suku Dinas Dukcapil Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu beserta jajaran terkait. Pulau Sabira yang juga dikenal dengan sebutan "Jaga Utara" menjadi fokus pengawasan karena lokasinya berbatasan langsung dengan perairan Lampung.
Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, mengatakan pihaknya ingin memastikan seluruh warga di wilayah kepulauan memiliki dokumen kependudukan yang lengkap. Menurutnya, identitas kependudukan menjadi dasar penting untuk memperoleh berbagai layanan publik lainnya.
"Hari ini kami hadir di tengah-tengah warga Pulau Sabira dalam rangka monitoring serta sosialisasi pentingnya memahami administrasi kependudukan khususnya di Kepulauan Seribu termasuk Pulau Sabira," ujar Denny.
Ia menegaskan pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi warga Kepulauan Seribu yang belum memiliki dokumen kependudukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan hak sipil.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami memastikan tidak ada lagi warga Kepulauan Seribu yang tidak memiliki identitas kependudukan termasuk dokumen kependudukan serta produk Dukcapil lainnya. Karena kesejahteraan dan kemajuan atas suatu wilayah harus dimulai dari hak sipil bagi warga negara," katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Dukcapil juga menjalankan program Dukcapil Guru Tamu. Program ini dilakukan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta.
Program tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada pelajar mengenai pentingnya administrasi kependudukan sejak usia dini. Materi diberikan kepada siswa sekolah satu atap SD-SMPN 02 yang berada di Pulau Sabira.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pulau Sabira sendiri memiliki luas sekitar 8,82 hektare dan masuk wilayah Kelurahan Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Wilayah ini dihuni sekitar 642 jiwa yang mayoritas merupakan keturunan Bugis Bone yang telah menetap sejak 1975.
Pulau tersebut juga dikenal memiliki ikon bersejarah berupa Mercusuar Noord Wachter. Mercusuar peninggalan era kolonial Belanda itu memiliki tinggi 48,5 meter dengan 210 anak tangga dan telah berdiri sejak 1869.
Selain dikenal sebagai penghasil ikan asin selar, Pulau Sabira juga memiliki potensi wisata bahari. Perairannya yang jernih menjadikan wilayah tersebut populer untuk aktivitas memancing, snorkeling, hingga diving.
Kepala Suku Dinas Dukcapil Kepulauan Seribu, Raditya Wirawan, mengatakan monitoring juga dilakukan di sejumlah pulau lain. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan administrasi berjalan optimal.
Selain Pulau Sabira, petugas juga melakukan pemantauan di Pulau Panggang, Pulau Kelapa, dan Pulau Pramuka. Fokus utama adalah kesiapan petugas layanan dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Pemerintah menegaskan data kependudukan menjadi dasar penyusunan kebijakan berbasis data. Karena itu, masyarakat diimbau aktif melaporkan peristiwa kependudukan seperti kelahiran, kematian, perkawinan, hingga perpindahan domisili.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!