Dinas Lingkungan Hidup DKI Kelola Food Waste MBG Jadi Produk Ramah Lingkungan
📅 Selasa, 23 Sep 2025, 20:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengelola limbah produk Makan Bergizi Gratis (MBG) atau "food waste" di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, menjadi pakan maggot dan pupuk alami.
"Yang pertama itu ada, mereka berikan 'food waste' ini ke maggot. Kemudian juga ada yang dijadikan pupuk," kata Koordinator SPPG Wilayah Jakarta Barat, Yudha Permana di SPPG Palmerah, Selasa.
Yudha mengatakan, pihaknya secara berkala mendatangi SPPG Palmerah untuk mengangkut limbah MBG.
Petugas Dinas Lingkungan Hidup setiap pukul 12.00 WIB datang. "Jadi, sebelum tadi tim masak itu bertugas, sampah itu sudah diambil semua oleh DLH. Nah ini sifatnya gratis, karena kita membuat surat ke DLH," ujar Yudha.
Yudha mengungkapkan bahwa SPPG Palmerah dapat menghasilkan 20-30 kilogram (kg) limbah MBG setiap harinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sekitar 20 sampai 30. Itu udah turun sekali. Ada hari-hari food waste-nya kosong. Benar-benar habis anak-anak itu makan," kata Yudha.
Sebelumnya diberitakan, SPPG di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, memiliki cara tersendiri agar anak-anak tidak mudah merasa bosan dengan menu MBG.
Salah satunya, yaitu dengan menanyakan secara berkala kepada para pelajar terkait menu MBG yang ingin mereka santap sehingga tidak cepat bosan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita secara berkala mendengarkan request (permintaan) dari siswa. Contoh yang terakhir itu, mereka ingin burger, kita coba fasilitasi, begitu," kata Koordinator SPPG Wilayah Jakarta Barat Yudha Permana di SPPG Palmerah, Selasa.
Menurut dia, penyediaan menu MBG yang sesuai dengan permintaan pelajar itu tetap memerhatikan angka kecukupan gizi (AKG) sehingga dapat meningkatkan nafsu makan mereka.
"Hal-hal ini yang membuat anak-anak itu menjadi lebih nafsu makan, karena mereka juga merasa bahwa apa yang mereka inginkan itu bisa tersalurkan, begitu," ujar Yudha.
Sampai saat ini, SPPG Palmerah memiliki 40 menu berbeda untuk Program MBG.
"Setiap Kamis, kami akan ada rapat rutin. Itu menunya untuk minggu depan, setiap minggu itu selalu berbeda-beda. Jadi, kita bisa bilang kita punya empat puluh menu," tutur Yudha.
Dia mengatakan, cara tersebut efektif sehingga gizi MBG dapat tersalurkan kepada para pelajar dan limbah sisa makanan yang tidak dihabiskan berkurang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!