Cuaca Ekstrem Picu Gejolak Harga Cabai Rawit Merah di Banjarnegara
📅 Kamis, 05 Feb 2026, 16:05 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/HO-AACI Banjarnegara
BANJARNEGARA -- Pegiat Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Kabupaten Banjarnegara Teguh Suprapto mengatakan cuaca ekstrem yang disertai hujan intensitas tinggi dan angin musiman menjadi faktor utama terganggunya produksi cabai rawit merah di wilayah tersebut.
“Faktor utamanya cuaca. Hujan terus-menerus dan angin musiman yang kencang membuat banyak tanaman cabai rawit rusak dan roboh,” kata Teguh di Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis.
Ia mengatakan kondisi tersebut menyebabkan stok cabai rawit merah di tingkat petani berkurang, sehingga memicu gejolak harga.
Menurut dia, harga cabai rawit merah di tingkat petani Banjarnegara saat ini masih berada pada kisaran Rp45.000-Rp50.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan daerah lain yang telah menembus Rp70.000 per kilogram.
“Di (pasar) Banyumas saja sudah di kisaran Rp75.000 per kilogram, sementara di Banjarnegara kemarin sore masih berkisar Rp45.000-Rp50.000,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, cabai rawit merah tergolong sangat rentan terhadap perubahan cuaca dibandingkan jenis cabai lainnya.
Selain mudah rusak akibat angin kencang, kata dia, tanaman tersebut juga rentan terhadap serangan penyakit seperti antraknosa dan layu fusarium.
“Kalau cuacanya ekstrem seperti ini, cabai rawit lebih gampang rusak. Apalagi varietas rawit merah umumnya hibrida, batangnya tidak sekuat rawit hijau lokal,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan dalam dua tahun terakhir petani di Banjarnegara mulai beralih menanam cabai rawit merah.
Saat ini, kata dia, sekitar 20 hektare lahan cabai rawit merah masih panen pada periode Februari-Maret, meskipun sebagian terdampak cuaca ekstrem.
Menurut dia, harga cabai merah keriting di tingkat petani Banjarnegara relatif stabil pada kisaran Rp22.000-Rp24.000 per kilogram.
“Adapun cabai rawit hijau yang mayoritas merupakan varietas lokal masih cukup tahan terhadap cuaca dengan harga sekitar Rp30.000 per kilogram,” katanya.
Ia mengharapkan kondisi cuaca menjelang Ramadhan dan Idul Fitri segera membaik agar tanaman yang tersisa dapat bertahan dan produksi kembali normal.
“Mudah-mudahan cuaca segera membaik, tanaman yang masih ada bisa bertahan, sehingga stok kembali normal dan harga bisa turun,” kata Teguh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!