Tebing Ngarai Sianok Longsor Setinggi 120 Meter
📅 Minggu, 04 Jan 2026, 09:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
LUBUK BASUNG - Tebing Ngarai Sianok mengalami longsor setinggi 120 meter dengan lebar 15 meter sekalian lima kilometer di Guguak Tinggi, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam.
"Hujan deras dengan durasi lama menjadi pemicunya, puncaknya terjadi di Kamis (1/1) lalu. Beruntung tidak ada korban jiwa," kata Kepala Desa Guguak Tinggi Dasman, Sabtu (3/1).
Menurutnya, lokasi longsor berada di sekitar 1,5 kilometer dari pemukiman warga yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pedagang.
Sudut ngarai ini dinamakan warga setempat Ngarai Kaluang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, beberapa sawah warga terpantau ikut terkikis akibat longsoran. Pemerintah desa setempat juga telah melaporkan ke BPBD Agam.
"Longsor itu tidak sekali terjadi, sudah beberapa kali. Kami berkoordinasi dengan pihak terkait khususnya di aliran Ngarai Sianok di Bukittinggi untuk cepat menjauh dari aliran sungai saat longsor terjadi," kata Dasman.
Ia mengatakan tidak ada warga yang dievakuasi karena pergerakan tanah di bibir ngarai masih tergolong jauh dan aman dari pemukiman.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tapi tetap ditegaskan kepada warga yang beraktivitas bertani atau berkebun untuk tidak mendekati bibir ngarai," katanya.
Terkait kejadian longsor besar yang sempat terekam warga dan viral di media sosial, Dasman mengungkap saat itu beberapa pekerja tengah berupaya memperbaiki sumber mata air.
"Saat kejadian, lima warga kami sedang memperbaiki bak air yang dialirkan untuk rumah warga. Kami mengalami krisis air bersih saat ini," kata Dasman.
Warga sungai Ngarai Sianok Rahmat (35) mengungkapkan terjadi penambahan debit air dari hulu sejak bencana banjir bandang akhir November.
"Titik longsor hanya sebagian kecil di sini, tapi aliran air sungai makin membesar dan merusak fasilitas jalan. Satu mushala bagi pengunjung juga roboh," kata Rahmat.
Ia menambahkan, pascabencana membuat wisatawan enggan berkunjung ke Ngarai Sianok hingga aktivitas perekonomian ikut menurun.
"Saya berusaha rental pelampung, ada juga rental mobil offroad. Kini belum beraktivitas maksimal karena wisatawan takut berkunjung sejak bencana," katanya .
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!