Tak Perlu Panik, Isi BBM Secukupnya Meski Ada Konflik AS–Iran!
📅 Minggu, 08 Mar 2026, 14:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Zumrotun Solichah
JAKARTA – Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM), terutama menjelang momen libur panjang atau ketika muncul berbagai kabar yang belum tentu benar.
Pembelian BBM secara berlebihan justru bisa memicu antrean panjang di SPBU dan membuat distribusi menjadi tidak merata.
Padahal, pasokan BBM umumnya telah disiapkan agar tetap aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dengan membeli secara bijak sesuai kebutuhan, masyarakat turut membantu menjaga ketersediaan BBM tetap stabil sehingga semua orang bisa mendapatkan akses bahan bakar dengan lancar. Jadi, tak perlu panik—cukup isi seperlunya dan tetap berkendara dengan tenang.
Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN) mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying bahan bakar minyak (BBM) akibat isu potensi gangguan pasokan energi akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Sebaiknya Anda baca juga:
“BPKN mengimbau masyarakat agar tidak panik. Konsumen BBM sebaiknya tetap tenang, waspada terhadap situasi global, tetapi tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” kata Ketua BPKN RI Mufti Mubarok dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (7/3).
Fenomena panic buying BBM terjadi di sejumlah daerah seperti Jember, Medan, dan Aceh.
Masyarakat dilaporkan berbondong-bondong membeli BBM setelah beredar isu terkait potensi gangguan pasokan energi akibat konflik global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Mufti, kepanikan justru dapat memicu kelangkaan semu di lapangan karena distribusi menjadi tidak seimbang akibat pembelian berlebihan.
Mufti menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak sumber energi yang dapat dimanfaatkan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan.
“Kita memiliki banyak sumber energi. Yang perlu dilakukan saat ini adalah meningkatkan efisiensi penggunaan energi, termasuk efisiensi dalam penggunaan transportasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa dalam kondisi apa pun, negara harus hadir untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.
“Negara tetap wajib hadir memastikan pasokan BBM bagi masyarakat apa pun caranya, karena energi merupakan kebutuhan strategis yang menopang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” ucapnya.
Selain itu, BPKN juga mengingatkan operator transportasi publik untuk bersiap menghadapi potensi peningkatan jumlah penumpang jika masyarakat mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!