Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BRIN Ungkap Penyebab Banyaknya Startup Gagal

📅 Rabu, 22 Okt 2025, 10:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Ungkap Penyebab Banyaknya Startup Gagal Doc: ANTARA
Ket. Sekretaris Deputi bidang Riset dan Inovasi Daerah, BRIN, Yurike Patrecia Marpaung dalam Jakarta Innovation Days (JID) 2025 di Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025) malam. 

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap penyebab banyaknya perusahaan rintisan (startup) mengalami kegagalan alias bangkrut, salah satunya karena produk atau layanan yang dikembangkan tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

"Banyak sekali startup gagal, alasan utamanya no marketing. Jadi, sebenarnya apa yang dihasilkan startup tidak inline (sejalan) dengan apa yang dibutuhkan masyarakat," kata Sekretaris Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah, BRIN, Yurike Patrecia Marpaung, dalam Jakarta Innovation Days (JID) 2025 di Jakarta Pusat, Selasa (21/10) malam.

Selanjutnya, hasil riset startup yang tidak mendapatkan dukungan termasuk pendanaan dan regulasi dari pemegang kebijakan.

Yurike menyampaikan, saat startup melakukan riset, maka tidak langsung menghasilkan manfaat keekonomian karena tahapan hasil riset mereka menghasilkan teknologi atau model.

"Sering sekali startup itu jatuh, karena hasil riset yang mereka kembangkan tidak mendapat dukungan, apakah pendanaan atau regulasi. Sering sekali ketika startup memulai, di proses selanjutnya jatuh, ini berdampak terhadap ekosistem riset dan inovasi," jelas dia.

Oleh karena itu, dia berharap Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) atau Pusat Riset dan Inovasi Daerah dapat berperan mencari simpul jejaring riset di wilayah untuk mengakumulasi kebutuhan-kebutuhan riset di sana baik untuk internal maupun eksternal.

BRIDA, kata Yurike, bisa menyaring dan memberikan fasilitas supaya riset-riset bisa memenuhi kualifikasi-kualifikasi. Lalu, pusat riset dan inovasi di Jakarta nantinya bisa mengintegrasikan hasil riset dalam kebijakan.

Dalam kesempatan itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta menyampaikan telah menyiapkan wadah bagi seluruh akademisi, startup dan pemegang kebijakan untuk berbagi ide terkait solusi masalah Jakarta yakni melalui Jakarta Research and Innovation Ecosystem (JRIE).

JRIE bertujuan memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Jakarta. Ini akan menjadi wadah para akademisi, startup, inovator hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk berbagi wawasan, dan membentuk kolaborasi strategis menyelesaikan permasalahan Jakarta.

"Kami akan launching (luncurkan) segera. Jakarta Research and Innovation Ecosystem, niatnya berlaku untuk seluruh Indonesia. Jadi, startup dari mana pun, startup dari Probolinggo, startup dari Yogyakarta silahkan bergabung di sini. Siapa tahu memang bisa menyelesaikan permasalahan Jakarta," kata Kepala Pusat Riset dan Inovasi Daerah Bappeda DKI Jakarta, Andhika Ajie.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.