Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berkah IKN, Pengguna QRIS di Kalimantan Timur Melonjak

📅 Senin, 02 Des 2024, 14:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berkah IKN, Pengguna QRIS di Kalimantan Timur Melonjak Doc: antara foto
Ket. Paparan BI terkait kinerja ekonomi Kaltim.

SAMARINDA - Jumlah pengguna QRIS, sistem pembayaran non-tunai, di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami peningkatan, yakni dari 760.563 pengguna pada Juni 2024 menjadi sebanyak 779.000 pengguna pada November 2024. Peningkatan ini sebagai dampak dari banyaknya pekerja Ibu Kota Negara(IKN).

“Secara total, kanal QRIS sudah digunakan oleh lebih dari 779 ribu orang dari sisi pengguna, kemudian lebih dari 560.000 dari sisi merchant,” kata Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltim Bayuadi Hardiyanto di Samarinda, Senin (2/12).

Tingginya peningkatan pengguna QRIS karena beberapa hal, antara lain seringnya BI Kaltim melakukan sosialisasi melalui sejumlah kegiatan menarik ke sekolah-sekolah, ke sejumlah pasar, dan beragam agenda yang digelar pihaknya.

Sejumlah giat perluasan QRIS yang dilakukan seperti kolaborasi dengan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, komunikasi langsung dengan masyarakat, penyelenggaraan festival seperti "Summer Fest Kaltim", hingga edukasi ke masyarakat.

Hal lainnya adalah dampak dari banyaknya pekerja di Ibu Kota Nusantara (IKN), karena kantin-kantin dan beberapa lokasi belanja di IKN dan sekitarnya juga memasang QRIS di merchant mereka, untuk memudahkan pembayaran secara elektronik.

Hingga kini pihaknya pun terus menguatkan sinergi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan pembayaran non-tunai ke sejumlah daerah, bahkan BI pusat pun terus memperluas penggunaan QRIS hingga mancanegara, bukan hanya Benua Asia, tapi juga sejumlah negara di Benua Eropa.

Hal yang paling utama dalam peningkatan pengguna QRIS adalah pertumbuhan ekonomi Kaltim yang positif, yakni pada triwulan III 2024 ekonomi Kaltim tumbuh 5,52 persen, kemudian sepanjang 2024 ekonomi Kaltim diproyeksi tumbuh di rentang 5,5 persen hingga 6,3 persen.

“Pada triwulan III 2024, ekonomi Kaltim yang tumbuh sebesar 5,52 persen, meneruskan tren pertumbuhan positif sejak awal tahun. Capaian ini bersumber dari lapangan usaha yang secara konsisten tumbuh tinggi, terutama lapangan usaha konstruksi seiring dengan pembangunan yang terus berjalan,” kata Bayuadi.

Di sisi pengendalian harga, inflasi Kaltim triwulan III 2024 tercatat sebesar 2,16 persen year on year atau berada dalam rentang sasaran 2,5 ± 1 persen.

“Realisasi inflasi ini merupakan sebuah prestasi luar biasa yang tidak lepas dari kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, sehingga selama 2024 inflasi Kaltim terus menunjukkan terus terjadi penurunan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.