Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berapa Nilai TikTok dan Siapa yang Bisa Membelinya?

📅 Jumat, 17 Jan 2025, 14:46 WIB | Oleh:
Berapa Nilai TikTok dan Siapa yang Bisa Membelinya? Doc: CNA/AFP/Getty
Ket. Dalam ilustrasi foto ini, aplikasi TikTok terlihat di toko aplikasi pada ponsel pada 13 Maret 2024 di New York City.

JAKARTA - TikTok akan dilarang di Amerika Serikat pada 19 Januari berdasarkan undang-undang federal yang memaksa platform berbagi video itu melepaskan diri dari perusahaan induknya yang berbasis di Tiongkok, ByteDance, atau menutup operasinya di AS.

Sejumlah pihak telah menyatakan minatnya untuk membeli platform tersebut, namun ByteDance berulang kali mengatakan tidak berencana menjualnya. Para ahli juga telah mencatat bahwa pemerintah Tiongkok tidak mungkin menyetujui penjualan yang menyertakan algoritma TikTok.

Namun, hingga batas waktu berakhir, atau hingga Mahkamah Agung AS mengambil tindakan, kemungkinan pembelian masih mungkin dilakukan.

Forbes melaporkan, orang terkaya di dunia, Elon Musk, kemungkinan akan menghadapi harga yang sama dengan harga yang dibayarkannya untuk Twitter jika kesepakatan untuk membeli operasi TikTok di Amerika terwujud, menurut seorang analis terkenal yang meliput Musk.

Sebab, Tiongkok dilaporkan mempertimbangkan untuk mengizinkan penjualan TikTok kepada Musk guna mencegah larangan penuh dari pemerintah AS.

Namun seorang juru bicara TikTok menepis ide penjualan ke Musk sebagai "fiksi belaka" dalam sebuah pernyataan kepada sejumlah media. Musk belum mengomentari laporan tersebut, yang tidak menyebutkan apakah Musk telah menyatakan minatnya terhadap akuisisi tersebut.

Lalu berapa nilai platform TikTok jika ada pihak yang berminat membelinya?

Analis Wedbush Dan Ives memperkirakan TikTok bernilai "jauh di atas $100 miliar dengan algoritmanya, dan berpotensi mencapai $200 miliar dalam "skenario terbaik".

"Tanpa algoritma, biayanya mencapai $40 miliar hingga $50 miliar," kata Ives. Namun ia tidak yakin ByteDance dan Beijing akan menjual TikTok dengan algoritma tersebut.

Pengacara TikTok dan ByteDance mengklaim tidak mungkin melepaskan platform tersebut secara komersial dan teknologi. Mereka juga mengatakan penjualan TikTok tanpa algoritma akan mengubah TikTok versi AS menjadi pulau yang terputus dari konten global lainnya.

Pejabat AS memperingatkan bahwa algoritma hak milik tersebut rentan terhadap manipulasi oleh otoritas Tiongkok, yang dapat menggunakannya untuk membentuk konten di platform dengan cara yang sulit dideteksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.