Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bapanas dan Bulog Salurkan 250 Ton Jagung Pakan di Magetan untuk Bantu Peternak Unggas

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 07:47 WIB | Oleh:
Bapanas dan Bulog Salurkan 250 Ton Jagung Pakan di Magetan untuk Bantu Peternak Unggas Doc: Antara Foto
Ket. Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono (tengah) dalam pelepasan distribusi perdana jagung program SPHP yang dilakukan bersama Perum Bulog dan Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti di Gudang Gulun Magetan, Jawa Timur, Sabtu (9/5).

Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog menyalurkan 250 ton jagung pakan melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, guna membantu meringankan biaya produksi peternak unggas di daerah tersebut.

Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, mengatakan pihaknya bersama Perum Bulog hadir untuk mendukung penanganan kendala yang dihadapi peternak unggas, terutama terkait tingginya biaya pakan.

“Program SPHP jagung pakan dipastikan telah berjalan mulai hari ini sehingga diharapkan dapat meringankan biaya produksi peternak unggas,” kata Maino.

Maino menghadiri langsung pelepasan distribusi perdana jagung program SPHP di Gudang Gulun Magetan bersama Perum Bulog dan Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti.

Ia menjelaskan harga jagung pakan yang selama ini diperoleh peternak unggas di Magetan berada di kisaran Rp6.600 per kilogram dengan kadar air 16 hingga 17 persen.

Sementara itu, stok jagung SPHP yang tersedia di Bulog Gulun Magetan memiliki kualitas lebih baik dengan kadar air 12 hingga 14 persen dan dijual dengan harga maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak.

“Hari ini kami bersama Ibu Bupati Magetan telah memastikan stok jagung pakan program SPHP berkualitas baik,” ujarnya.

Distribusi perdana program tersebut diawali dengan purchase order (PO) sebanyak 250 ton oleh dua koperasi peternak di Magetan. PO tersebut sebelumnya telah diinput melalui platform Klik SPHP Jagung pada Jumat (8/5).

Secara total, alokasi SPHP jagung pakan untuk wilayah Magetan mencapai 7.900 ton dan akan disalurkan secara bertahap hingga akhir tahun 2026.

“Alhamdulillah hari ini proses penyaluran jagung SPHP perdana secara nasional dimulai di Magetan,” katanya.

Maino menambahkan pembelian jagung pemerintah melalui Perum Bulog diperuntukkan bagi peternak layer, peternak mandiri, serta usaha mikro, kecil, dan menengah.

Ia memastikan harga jagung program SPHP di tingkat peternak tidak akan melebihi Rp5.500 per kilogram. Asosiasi maupun koperasi peternak yang melakukan PO juga telah terdaftar dalam sistem Klik SPHP Jagung sehingga pengawasan distribusi dapat dilakukan lebih mudah.

“Tidak boleh lebih dari Rp5.500. Harapannya ini bisa sedikit mengurangi beban peternak karena saat ini harga telur turun, sementara biaya pakan masih cukup tinggi,” katanya.

Berdasarkan laporan yang diterima Bapanas, harga telur ayam ras di tingkat peternak di Magetan berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) sebesar Rp26.500 per kilogram. Per 8 Mei 2026, harga telur di tingkat peternak tercatat berkisar Rp19.000 hingga Rp21.000 per kilogram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.