Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meresahkan, Ular Piton Sepanjang 4 Meter Mangsa Puluhan Unggas di Desa Sukowetan, Trenggalek

📅 Kamis, 31 Okt 2024, 09:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Meresahkan, Ular Piton Sepanjang 4 Meter Mangsa Puluhan Unggas di Desa Sukowetan, Trenggalek Doc: ANTARA/HO-Damkar Trenggalek
Ket. Petugas saat melakukan evakuasi ular piton yang bersembunyi di kandang peternakan unggas milik Riza di Desa Sukowetan, Trenggalek, Rabu (30/10/2024).

TRENGGALEK - Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur berhasil mengevakuasi seekor ular piton dewasa berukuran empat meter (Python reticulatus) yang menyerang peternakan warga dan memangsa puluhan unggas di Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan.

Kepala Bidang Pencegahan, Penanggulangan Kebakaran, dan Non-Kebakaran pada Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek, Wasis Widodo, Kamis (31/10), mengatakan, evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima pengaduan dan permintaan bantuan dari warga.

Sebelumnya warga RT 06/RW 10 Dusun Karangsoko, Desa Sukowetan, dihebohkan oleh kehadiran ular piton yang diduga telah memangsa 25 ekor ayam milik pelaku usaha ternak unggas atas nama Riza. Kejadian berlangsung pada Rabu (30/10) itu menarik perhatian warga sekitar.

"Dari hasil identifikasi di lapangan, tercatat ada 25 ekor ayam yang mati," katanya.

Mulanya, pemilik ternak tidak menyadari kehadiran ular yang terkenal dengan lilitannya yang mematikan itu. Namun, ia curiga setelah mendengar keributan dari arah kandang ayam miliknya. Saat dicek, ia menemukan ular piton tengah memangsa ayam-ayamnya.

"Lokasinya memang di kandang ayam. Yang bersangkutan adalah peternak ayam," kata Wasis.

Petugas pemadam kebakaran langsung mengevakuasi ular setelah menerima laporan dari pemilik ternak. Ular piton berukuran besar, dengan panjang mencapai empat meter, berhasil diamankan oleh tim evakuasi.

"Sementara ular ini kami amankan di kantor pemadam kebakaran. Nantinya, akan dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman warga karena bukan termasuk satwa dilindungi," jelasnya.

Wasis juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan, khususnya memasuki musim peralihan seperti saat ini. Menurutnya, kasus permintaan evakuasi hewan liar di Trenggalek meningkat pada periode-periode serupa.

"Rata-rata yang dievakuasi di Trenggalek adalah ular, kemudian tawon jenis Vespa affinis. Beberapa hewan dilindungi juga pernah kami tangani," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

3 jam lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

4 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.