Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS: Korut Bisa Lakukan Ancam di Luar Angkasa

📅 Sabtu, 02 Mar 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS: Korut Bisa Lakukan Ancam  di Luar Angkasa Doc: AFP/KIM HONG-JI
Ket. Peringatan Pemberontakan Korea | Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol (tengah), memimpin aba-aba sorak-sorai pada peringatan 105 tahun Pemberontakan Korea melawan pemerintahan kolonial Jepang di Seoul pada Jumat (1/3). Saat berpidato pada hari peringatan itu, Presiden Yoon menyerukan komunitas internasional untuk mendukung usaha unifikasi Korea. 

SEOUL - Amerika Serikat (AS) menilai bahwa Korea Utara (Korut) memiliki kemampuan yang dapat mengancam aktivitas AS di luar angkasa. Hal itu diungkapkan oleh Komando Strategis AS (STRATCOM) seperti dilaporkan kantor berita KBS, Jumat (1/3).

"Ada kemungkinan tinggi AS melakukan bentrok secara bersamaan dengan sejumlah negara musuh yang dilengkapi senjata nuklir meliputi Tiongkok, Russia, Korut, Iran, dan negara lainnya," ungkap Anthony J Cotton, komandan STRATCOM.

Cotton pun mengatakan bahwa pengembangan misil Korut, ambisi Iran terhadap kepemilikan nuklir, dan peningkatan hubungan antar negara itu, telah menambah kompleksitas baru dalam rencana strategis AS.

Cotton juga menambahkan bahwa Korut telah mengembangkan kemampuan nuklir termasuk pengembangan misil, dan juga adanya kemungkinan Korut akan kembali melakukan uji coba nuklir.

"AS mencermati pengaruh perbaikan hubungan antara Korut dan Russia terhadap kemampuan nuklir Pyongyang," kata dia.

Militer AS berpendapat bahwa Korut telah memiliki kemampuan yang dapat mengancam aktivitas AS di luar angkasa dengan menempatkan senjata yang dibutuhkan di perang dunia maya atau perang elektronik untuk mengganggu telekomunikasi atau sistem penjejak global (GPS) berbasis di luar angkasa.

Namun, militer AS pun menyatakan bahwa Korut tampaknya belum memiliki kemampuan militer yang cukup di bidang antariksa.

Upaya Unifikasi

Sementara itu Presiden Korea Selatan (Korsel), Yoon Suk-yeol, pada Jumat menyerukan komunitas internasional untuk mendukung usaha unifikasi setelah Pyongyang awal tahun ini menyatakan Seoul sebagai musuh utama.

Hubungan antara kedua Korea berada dalam kondisi yang sangat buruk ketika Pyongyang mempercepat program pengembangan senjatanya dan Seoul meningkatkan kerja sama militer dengan AS dan Jepang.

Yoon, yang secara konsisten mengambil sikap tegas terhadap Korut yang memiliki senjata nuklir, jarang membahas topik unifikasi sejak menjabat pada 2022 lalu.

"Upaya unifikasi kita harus menjadi sumber harapan dan mercusuar bagi rakyat Korut," kata Presiden Yoon pada upacara untuk memperingati pemberontakan Korea tahun 1919 melawan pemerintahan kolonial Jepang.

"Kita harus bersatu dalam jalur yang pada akhirnya mengarah pada penyatuan Semenanjung Korea," imbuh dia seraya menekankan bahwa komunitas internasional harus mengumpulkan kekuatannya dengan cara yang bertanggung jawab.

Presiden Yoon lalu menekankan bahwa hubungan yang lebih baik dengan Tokyo membantu melawan ancaman militer Korut yang semakin meningkat. "Kerja sama keamanan antara kedua negara terhadap ancaman nuklir dan misil Korut semakin diperkuat," ucap Yoon, seraya menambahkan bahwa kedua negara harus bisa bekerja sama untuk mengatasi masa lalu yang menyakitkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.