Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS-Filipina Sepakat untuk Lebih Memperluas Kehadiran Militer Amerika

📅 Kamis, 02 Feb 2023, 14:55 WIB | Oleh:
AS-Filipina Sepakat untuk Lebih Memperluas Kehadiran Militer Amerika Doc: AP/Kantor Komando Informasi Publik, Komando Bagian
Ket. Foto yang dikeluarkan Kantor Informasi Publik Komando, Komando Mindanao Barat, menunjukkan Menhan AS Lloyd Austin III (kanan) menjabat tangan Komandan Mindanao Barat Letjen Roy Galido saat mengunjungi kamp Don Basilio Navarro di provinsi Zamboanga, Filipina selatan pada Rabu 1 Februari 2023.

MANILA - Amerika Serikat dan Filipina pada Kamis (2/2) mengumumkan rencana memperluas kehadiran militer AS di negara Asia Tenggara itu, dengan akses ke empat pangkalan lagi ketika mereka berusaha mencegah tindakan agresif Tiongkok yang semakin meningkat terhadap Taiwan dan Laut Tiongkok Selatan.

The Associated Press melaporkan, kesepakatan itu dicapai saat Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin berada di Filipina untuk membicarakan tentang pengerahan pasukan dan senjata AS di lebih banyak kamp militer Filipina.

Dalam pernyataan bersama Filipina dan AS, kedua negara telah memutuskan untuk mempercepat implementasi penuh dari apa yang disebut Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang Ditingkatkan, yang bertujuan untuk mendukung pelatihan, latihan, dan interoperabilitas gabungan.

Sebagai bagian dari perjanjian, AS telah mengalokasikan 82 juta dolar AS untuk perbaikan infraastruktur di lima lokasi EDCA saat ini, dan memperluas kehadiran militernya ke empat lokasi baru di "wilayah strategis negara", bunyi pernyataan itu.

Austin tiba di Filipina pada Selasa lalau dari Korea Selatan, di mana AS akan meningkatkan pengerahan senjata canggihnya seperti jet tempur dan pesawat pengebom ke Semenanjung Korea untuk mendukung latihan bersama dengan pasukan Korsel sebagai respons atas meningkatnya ancaman nuklir Korea Utara.

Di Filipina, sekutu tertua Washington di Asia dan front kunci dalam pertempuran AS melawan terorisme, Austin mengunjungi kota Zamboanga selatan dan bertemu dengan jenderal Filipina serta kontingan kecil pasukan terorisme AS yang berbasis di kamp militer local, kata komandan militer regional Filipina Jenderal Roy Galido. Lebih dari 100 personel militer AS telah memberikan nasihat intelijen dan pertempuan selama bertahun-tahun kepada pasukan Filipina yang memerangi pemberontakan Muslim selama puluhan tahun, yang telah jauh berkurang namun tetap menjadi ancaman utama.

Baru-baru ini, pasukan AS telah mengintensifkan dan memperluas latihan bersama yang focus pada kesiapan tempur dan tanggap bencana bersama pasukan Filipina di pantai barat negara itu, yang menghadap ke Laut Tiongkok Selatan, dan di wilayah Luzon utara di seberang laut dari Selat Taiwan.

Pasukan AS diberi akses ke lima kamp militer Filipina, di mana mereka dapat dirotasi tanpa batas waktu di bawah pakta pertahanan EDCA 2014.

Pada Oktober lalu, AS meminta akses untuk lebih banyak pasukan dan senjatanya di lima kamp militer tambahan, kebanyakan di utara.Permintaan itu akan menjadi agenda utama dalam pertemuan Austin, menurut pejabat Filipina.

"Kunjungan Menhan Austin jelas berkaitan dengan diskusi-diskusi yang sedang berlangsung di situs EDCA," kata Duta Besar Filipina untuk Washington Jose Romualdez dalam jumpa pers.

Austin dijadwalkan mengadakan pembicaraan pada Kamis (2/2) dengan timpalannya dari Filipina, Menteri Pertahanan Carlito Galvez Jr., dan Penasihat Keamanan Nasional Eduardo Ano, kata Romualdez.Austin secara terpisah akan bertemu Presiden Ferdinand Marcos Jr., yang menjabat pada Juni lalu dan sejak itu mengambil langkah-langkah meningkatkan hubungan dengan Washington.

Menteri Pertahanan AS adalah pejabat senior terbaru yang mengunjungi Filipina setelah Wakil Presiden Kamala Harris pada November lalusebagai tanda hubungan yang hangat setelah periode tegang di masa pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte.

Duterte telah memupuk hubungan yang nyaman dengan Tiongkok dan Rusia dan pada satu titik mengancam akan memutuskan hubungan dengan Washington, mengusir pasukan Amerika yang berkunjung dan membatalkan pakta pertahanan utama.

Romualdez mengatakan, Filipina perlu bekerja sama dengan Washington untuk mencegah eskalasi ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri, tidak hanya karena aliansi perjanjian tetapi untuk membantu mencegah konflik besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.