Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Berupaya Pertahankan Supremasi Lawan Tiongkok

📅 Senin, 10 Mar 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Berupaya Pertahankan Supremasi Lawan Tiongkok Doc: AFP/Pedro PARDO

PARIS – Amerika Serikat (AS) saat ini mungkin masih memiliki angkatan laut paling kuat di dunia, tetapi tampaknya telah menyadari bahwa ini tidak lagi cukup untuk menegaskan kembali supremasi AS atas laut lepas.

Jika pernyataan Presiden Donald Trump tentang pembuatan kapal, Terusan Panama dan Greenland adalah sesuatu yang harus bisa dicapai, maka ia harus meningkatkan kekuatan laut AS di beberapa bidang seperti yang sudah dilakukan Tiongkok.

Pengaruh Beijing yang meluas terhadap lautan dunia adalah tantangan bagi upaya Washington DC untuk melindungi kepentingannya. Sementara AS masih mendominasi laut secara militer, namun dominasi itu lebih lemah di sektor maritim lainnya, seperti pengiriman dagang dan pembuatan kapal itu sendiri, kata para analis kepada AFP.

Trump mengatakan kepada Kongres AS pekan lalu bahwa pemerintahannya akan membangkitkan industri konstruksi bahari negara itu termasuk pembuatan kapal komersial dan pembuatan kapal militer.

Terkait Tiongkok, Trump mengeluh bahwa Beijing telah “mengendalikan” Terusan Panama dan telah menolak untuk mengesampingkan kekuatan militer untuk merebut kendali atas aset strategis yang vital itu.

1741531009_a4f4da1deed66fdba2e1.jpg

Dua pengunjung sedang melihat pada model dan lukisan kapal induk Tiongkok, Liaoning, yang dipamerkan di Museum Militer di Beijing pada 2 Maret lalu. Seorang analis menyatakan bahwa ekspansi cepat Tiongkok di sektor maritim selain angkatan lautnya sendiri bisa menimbulkan ancaman bagi AS dan sekutunya.

Presiden Trump juga telah menegaskan keinginan untuk mengambil alih Greenland, wilayah Denmark yang cadangan mineral dan minyaknya belum dimanfaatkan. Dan Trump juga ingin mengenakan pajakterhadap kapal Tiongkok yang berlabuh di pelabuhan AS.

Peneliti Sophie Quintin, dari Portsmouth University di Inggris, mengatakan pendekatan Trump menegaskankembalinya paham “navalisme”, sebuah teori yang menekankan pentingnya kekuatan laut yang didukung oleh perwira angkatan laut AS abad ke-19, Alfred Mahan.

Bagaimanapun, Tiongkok memahami pentingnya kekuatan laut, kata Nick Childs dari Institut Internasional untuk Studi Strategis Inggris, yang pada konferensi Paris bulan lalu mengungkapkan ekspansi cepat Tiongkok di sektor maritim selain angkatan lautnya sendiri.

“Ada investasi yang telah kita dengar di pelabuhan global, infrastruktur maritim global, dan persenjataan armada perikanan,” kata Childs.

Terkait hal ini, Washington DC telah mengungkapkan keprihatinan atas ekspansi perusahaan pelayaran Tiongkok, yang mereka lihat melayani kepentingan pemerintah Beijing.

“Kontrol ekonomi Beijing atas operasi pelabuhan di chokepoint strategis di seluruh dunia yang banyak di antaranya merupakan bagian dari inisiatif Jalur Sutra Maritim, menimbulkan ancaman bagi AS dan sekutunya,” kata lembaga think tank AS Jamestown Foundation pada Februari lalu.

Krisis Pelayaran

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.