Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Apa Itu "Deep Learning" yang Menurut Wamendikdasmen Dapat Membuat Siswa Menjadi Manusia Seutuhnya

📅 Selasa, 22 Jul 2025, 04:08 WIB | Oleh:
Apa Itu "Deep Learning" yang Menurut Wamendikdasmen Dapat Membuat Siswa Menjadi Manusia Seutuhnya Doc: ANTARA
Ket. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq

Jakarta (koran-jakarta.com) - Dikutip dari Antara, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan pembelajaran mendalam (deep learning) merupakan suatu langkah memastikan setiap murid menjadi manusia seutuhnya.

"Pembelajaran mendalam pada intinya adalah untuk memastikan murid-murid kita menjadi manusia seutuhnya," kata Wamendikdasmen Fajar di Jakarta, Senin.

Ia mengemukakan terdapat sejumlah ukuran yang menunjukkan suksesnya pembelajaran mendalam yang membuat murid menjadi manusia seutuhnya.

Sejumlah ukuran itu di antaranya lahirnya lulusan sekolah yang bercirikan beriman dan bertaqwa (nilai spiritualitas), berkeadaban (citizenship), berpikir kritis, memiliki kreativitas, semangat kemandirian, berjiwa kolaboratif, komunikatif, serta sehat secara fisik dan mental.

“Delapan dimensi ini adalah wujud dari Anak Indonesia Hebat," kata Fajar.Tertarik dengan konsep "deep learning", kami coba telusuri apa arti sesungguhnya dari konsep tersebut.

Apa Itu "Deep Learning" yang Menurut Wamendikdasmen Dapat Membuat Siswa Menjadi Manusia Seutuhnya

Menurut beberapa sumber referensi yang kami temukan, "deep learning" dalam konteks pendidikan merujuk pada pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk memahami materi secara mendalam, menghubungkan konsep baru dengan pengetahuan sebelumnya, dan menerapkannya dalam berbagai konteks. Berbeda dengan pembelajaran hafalan (surface learning), deep learning menekankan pemikiran kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah.Dalam konteks pendidikan siswa di sekolah, Deep Learning di Sekolah diantaranya meliputi:1. Pemahaman Konseptual – Siswa tidak hanya menghafal rumus atau fakta, tetapi memahami alasan di balik suatu konsep.
2. Koneksi Antar-Disiplin – Misalnya, memadukan matematika dengan sains untuk memecahkan masalah nyata.
3. Refleksi dan Metakognisi – Siswa diajak mengevaluasi cara berpikir mereka sendiri untuk meningkatkan strategi belajar.
4. Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL) – Mengaplikasikan pengetahuan dalam tugas kolaboratif, seperti membuat eksperimen sains atau presentasi analitis.Dalam pelaksanaannya, deep learning tidak bisa lepas dari faktor guru di sekolah, peran guru dalam mendorong Deep Learning diantaranya:a. Pertanyaan Pemantik – Menggunakan pertanyaan terbuka yang memicu analisis.
b. Umpan Balik Bermakna – Memberikan evaluasi yang mendorong perbaikan, bukan sekadar nilai.
c. Teknologi Pendukung – Memanfaatkan simulasi digital atau AI untuk eksplorasi konsep abstrak.Secara umum deep learning dikatakan mampu meningkatkan retensi pengetahuan, kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan pada manusia (siswa). Dengan pendekatan ini, pendidikan tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga membentuk pembelajar seumur hidup.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.