Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Anggota DPR Dorong Pemerataan Hasil Tambang dan Energi di Kalbar

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 07:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anggota DPR Dorong Pemerataan Hasil Tambang dan Energi di Kalbar Doc: ANTARA
Ket. Anggota Komisi XII DPR RI Cornelis.

PONTIANAK – Anggota Komisi XII DPR RI Cornelis mendorong pemerataan hasil tambang dan energi di Kalimantan Barat untuk mewujudkan percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalbar.

"Saya terus berkomitmen untuk memperjuangkan tiga pilar utama dalam bidang energi dan sumber daya alam, yaitu keadilan bagi daerah penghasil, investasi berkelanjutan, serta kesejahteraan nyata bagi masyarakat lokal," kata Cornelis di Pontianak, Senin (30/9).

Cornelis mencontohkan Kalimantan Barat (Kalbar) sebagai daerah pemilihannya yang menjadi penghasil bauksit terbesar di Indonesia, namun hanya memperoleh porsi kecil dari pajak industri tersebut. Ia menilai kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan antara besarnya investasi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Jangan sampai petani kita tidak bisa lagi menanam karena kerusakan lahan bekas tambang," tuturnya.

Menurut Cornelis, pembangunan tambang tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tetapi juga harus menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan hidup warga. Akses terhadap pekerjaan layak, infrastruktur memadai, dan kualitas lingkungan yang baik disebutnya masih menjadi tantangan besar di Kalbar.

Cornelis menyoroti pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah yang bernilai investasi 831 juta dolar AS atau sekitar Rp12,5 triliun. Proyek yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) itu ditargetkan memproduksi satu juta ton alumina per tahun.

"Namun, dari tujuh smelter yang direncanakan, baru satu yang berjalan. Enam lainnya masih terkendala pendanaan dan mitra strategis," tuturnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pengolahan bauksit menyumbang 15,38 persen terhadap PDRB Kalbar. Meski kontribusinya besar, manfaat langsung bagi masyarakat sekitar tambang dinilai masih terbatas. Cornelis menegaskan masyarakat harus dilibatkan dalam setiap tahap pembangunan, bukan hanya menjadi objek.

Selain sektor tambang, Cornelis juga menyoroti pemerataan energi. Hingga 2025, terdapat lebih dari 700 desa di Kalbar yang belum menikmati listrik PLN. Meski rasio elektrifikasi sudah mencapai 94,23 persen, sebanyak 366 desa masih bergantung pada energi alternatif atau bahkan hidup tanpa listrik.

"Kesenjangan akses energi berdampak langsung pada kualitas hidup. Anak-anak di desa gelap harus belajar seadanya, usaha kecil sulit berkembang, dan puskesmas tidak berjalan maksimal," kata dia.

Cornelis mendorong pemerintah mempercepat program listrik desa melalui sambungan bagi rumah tangga miskin, penguatan jaringan di wilayah sulit dijangkau, serta subsidi bagi desa tertinggal. Menurutnya, pemerataan energi merupakan fondasi agar masyarakat desa sejajar dengan masyarakat kota.

Sebagai putra Dayak, Cornelis konsisten memperjuangkan hak masyarakat adat. Ia menolak kebijakan yang mengancam hak ulayat, termasuk dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Negara harus hadir melindungi masyarakat adat, bukan justru melemahkan mereka," katanya.

Cornelis juga menyoroti maraknya konflik agraria di sektor perkebunan sawit di Kalbar, terutama di Ketapang, yang kerap menimbulkan ketidakpastian hukum. Ia meminta ATR/BPN dan KLHK segera melakukan verifikasi agar persoalan tidak semakin berlarut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.