Kemenkes Temukan 3 Varian Genom TBC dari Penelitian 7.000 Pasien
Kamis, 05 Nov 2026, 12:43 WIB | Oleh: Tim PenulisIa menegaskan penanganan TBC tidak boleh terlalu lama berhenti pada diskusi dan proses administratif.
Pemerintah perlu mempercepat tindakan nyata, termasuk proses persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau Indonesian FDA.
Budi mengingatkan keterlambatan persetujuan hingga satu tahun dapat berdampak besar terhadap keselamatan masyarakat.
Dengan angka kematian mencapai 136.000 orang, percepatan kebijakan dan tindakan penanganan menjadi sangat mendesak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itu, ia meminta timnya mengurangi waktu yang dihabiskan untuk berdiskusi dan lebih banyak memusatkan perhatian pada pelaksanaan program serta langkah konkret untuk menekan angka kematian akibat TBC.
"Lebih baik kita mempercepat persetujuan dan mempercepat tindakan," ujar Budi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!