Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sepertiga Uang Digital Indonesia Berputar di Jakarta, BI Perketat Pengawasan Sistem Pembayaran

5 Kamis, 05 Nov 2026, 14:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Sepertiga Uang Digital Indonesia Berputar di Jakarta, BI Perketat Pengawasan Sistem Pembayaran Sepertiga Uang Digital Indonesia Berputar di Jakarta, BI Perketat Pengawasan Sistem Pembayaran Doc: istimewa
Ket. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, dalam kegiatan Jakarta Payment System on Your View (POV) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (5/11) menegaskan, dari hasil pengawasan sepanjang 2026 menunjukkan masih perlunya peningkatan kepatuhan terhadap ketentuan, termasuk penguatan pengelolaan risiko, khususnya risiko keamanan siber yang terus meningkat seiring perkembangan teknologi

JAKARTA -Bank Indonesia (BI) memperketat pengawasan industri sistem pembayaran di DKI Jakarta. Pasalnya, sepertiga industri pembayaran nasional berpusat di Jakarta, sehingga jika Jakarta goyah, sistem pembayaran nasional ikut terguncang.

Hal itu ditegaskan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, dalam kegiatan Jakarta Payment System on Your View (POV) Tahun 2026 yang digelar KPwBI Provinsi DKI Jakarta, Kamis (5/11). Forum ini menjadi ajang komunikasi, diskusi, dan kolaborasi antara BI dengan pelaku industri sistem pembayaran.

Sebagai pusat ekonomi dan keuangan nasional, DKI Jakarta memegang peran strategis. Berdasarkan data Triwulan III-2026, KPwBI DKI Jakarta mengawasi 33 persen Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) dan 32 persen Penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) secara nasional.

Dari sisi nilai transaksi, PJP di Jakarta mencapai 36 persen dari total nasional, sedangkan transaksi KUPVA BB bahkan mencapai 69 persen dari total nasional.

 Iwan Setiawan, mengatakan besarnya kontribusi tersebut menuntut penguatan tata kelola, kepatuhan, dan manajemen risiko industri.

"Sinergi antara regulator, industri, dan praktisi diharapkan dapat mendukung terwujudnya industri Sistem Pembayaran yang inklusif, aman, andal, berintegritas, dan berkelanjutan," ujarnya.

Hasil pengawasan sepanjang 2026 menunjukkan masih perlunya peningkatan kepatuhan terhadap ketentuan, termasuk penguatan pengelolaan risiko, khususnya risiko keamanan siber yang terus meningkat seiring perkembangan teknologi.

Karena itu, BI terus mendorong penguatan industri melalui pengaturan dan pengawasan berbasis risiko, serta peningkatan kapasitas penyelenggara.

Melalui Jakarta POV 2026, BI berharap sinergi dengan industri dan pemangku kepentingan semakin kuat, sehingga ekosistem sistem pembayaran tidak hanya tumbuh cepat, tetapi juga aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung transformasi ekonomi dan keuangan digital nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ijazah Asli Jokowi Ditunjukkan Kepada Pengunjung Sidang

Ijazah Asli Jokowi Ditunjukkan Kepada Pengunjung Sidang

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.