Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasil Kajian UGM Terungkap Emisi Angkutan Barang Jawa-Bali Terkonsentrasi di Tiga Provinsi

5 Kamis, 05 Nov 2026, 14:20 WIB | Oleh:
Hasil Kajian UGM Terungkap Emisi Angkutan Barang Jawa-Bali Terkonsentrasi di Tiga Provinsi Hasil Kajian UGM Terungkap Emisi Angkutan Barang Jawa-Bali Terkonsentrasi di Tiga Provinsi Doc: antara foto
Ket. Febriani Astari dari PT Egis International Indonesia

YOGYAKARTA - Kajian Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM) dan PT Egis International Indonesia menemukan bahwa 79 persen emisi angkutan barang di koridor jalan Jawa-Bali terkonsentrasi di tiga provinsi yaitu Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), dan Jawa Timur (Jatim).

Febriani Astari dari PT Egis International Indonesia mengatakan emisi angkutan barang jalan di koridor Jawa–Bali mencapai 19,72 juta ton CO₂ pada 2026, dan tanpa intervensi, naik 51 persen menjadi 29,80 juta ton pada 2035.

"Jawa Barat menyumbang 31 persen, Jawa Tengah 26 persen, dan Jawa Timur 22 persen. Sementara truk dua sumbu medium dan truk tiga sumbu menyumbang 59 persen emisi," kata Febriani dalam keterangannya di Yogyakarta, Kamis (5/11).

Dia mengatakan dengan asumsi harga karbon 50 dollar AS per ton, maka nilai ekonomi emisinya mencapai sekitar Rp220 triliun secara kumulatif hingga 2035.

"Persoalannya ternyata lebih sempit dan lebih bisa dikelola. Lebih dari tiga perempat emisi ada di tiga provinsi, dan lebih dari seperempatnya berasal dari sepuluh kabupaten/kota, sehingga kita bisa memulai dari titik-titik panas tersebut," ujar Febriani.

Ketua Tim Kajian dari Pustral UGM Arif Wismadi mengatakan dari 14 wawancara mendalam serta FGD di Jakarta, Surabaya, dan Bali yang melibatkan 185 instansi menempatkan infrastruktur pengisian daya dan harga truk listrik sebagai hambatan teratas.

Sementara itu, survei terhadap 50 UMKM angkutan barang menunjukkan hanya delapan persen yang mau beralih dengan syarat kredit saat ini, tetapi angkanya naik menjadi 56 persen dengan uang muka 15 persen, bunga nol persen, dan jaminan cukup BPKB truk listrik.

Untuk itu, lanjut dia, kajian merancang tiga prototipe pembiayaan, yaitu kredit hijau berbasis kontrak dengan pemilik barang, sewa armada tanpa uang muka, dan langganan baterai.

"Truk listrik tidak akan berpindah dari brosur ke jalan raya selama hitungannya belum masuk akal bagi operator," kata Arif.

Lebih lanjut Arif mengatakan salah satu hasil utama kajian adalah aplikasi web EQLAS for EV yang dirancang untuk perencanaan sistematis guna mengurangi kesenjangan infrastruktur pengisian daya, baik secara spasial maupun sosial.

Saat ini 36 persen Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Jawa–Bali berada di lima kota Jakarta, padahal wilayah itu hanya menyumbang 4,8 persen emisi truk.

"Selagi SPKLU khusus truk belum dibangun, perencanaannya harus sistematis agar tersebar di sepanjang koridor Jawa–Bali, tidak menumpuk di barat Jawa seperti pada kendaraan listrik penumpang," ujar Arif.

Menurutnya elektrifikasi logistik juga lebih berkeadilan karena manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat, berbeda dengan subsidi mobil listrik penumpang yang lebih banyak dinikmati kelompok mampu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ijazah Asli Jokowi Ditunjukkan Kepada Pengunjung Sidang

Ijazah Asli Jokowi Ditunjukkan Kepada Pengunjung Sidang

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.