Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Basarnas Berpacu Waktu Cari Wisatawan Glamping Pelaga Korban Longsor

3 Selasa, 03 Nov 2026, 16:13 WIB | Oleh:
Basarnas Berpacu Waktu Cari Wisatawan Glamping Pelaga Korban Longsor Basarnas Berpacu Waktu Cari Wisatawan Glamping Pelaga Korban Longsor Doc: ANTARA/Ho-Basarnas Bali
Ket. Tim SAR gabungan cari wisatawan korban tanah longsor di glamping Desa Pelaga, Denpasar, Selasa (3/11).

DENPASAR -- Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian hari kedua terhadap dua orang wisatawan korban tanah longsor saat cuaca ekstrem di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kabupaten Badung, Bali.

"Untuk pencarian di hari kedua tanah longsor di Eco Park Pelaga Glamping ini, kami tadi pagi pukul 07.00 sudah melaksanakan pengarahan semua stakeholder yang melaksanakan tugas-tugas SAR,” ucap Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya di Denpasar, Selasa.

Ia menjelaskan tim SAR gabungan membagi kekuatan menjadi tiga regu guna memaksimalkan penyisiran di sekitar area bencana.

Regu pertama dikerahkan untuk berfokus melakukan pencarian langsung di titik lokasi kejadian tanah longsor. Regu kedua ditugaskan melaksanakan penyisiran di area hulu bendungan Desa Pelaga. Sementara regu ketiga menyisir aliran sungai setelah bendungan hingga radius kurang lebih 2,5 kilometer dari lokasi utama.

Berdasarkan data Polsek Petang, lanjutnya, dua wisatawan yang sedang berlibur dan menjadi korban timbunan longsor ini adalah Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Bangkit Khoirul Mubarok serta Warga Negara Asing (WNA) asal Jerman bernama Sacha Erich Schubert.

Basarnas Bali menduga musibah tersebut akibat guyuran hujan deras yang memicu tanah longsor hingga menimpa bangunan tempat menginap korban pada Minggu (1/11) malam.

"Dugaan penyebabnya hujan deras yang mengakibatkan tanah itu longsor dan menimpa lembing yang ada di posisi Eco Park Pelaga ini," ujarnya.

Ia menjelaskan material longsor mengenai dua kamar glamping, dimana satu kamar dalam kondisi kosong dan satu kamar lainnya terisi oleh kedua korban.

Dalam operasi hari kedua ini, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai perlengkapan mulai dari mesin pompa air atau alkon, alat manual seperti cangkul dan sekop, hingga satu anjing pelacak guna mendeteksi titik keberadaan korban.

"Kendalanya di sungai tidak ada, tetapi tetap kami berupaya mengerahkan alkon, alat manual, dan juga satu anjing pelacak untuk melacak posisi titik yang kita curigai," kata Sidakarya.

Hingga sore ini Basarnas Bali belum menemukan indikasi pasti posisi korban, namun pencarian terus dioptimalkan secara intensif di lapangan.

Ia menegaskan pelaksanaan operasi SAR berpedoman pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan yang dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari. Jika dalam kurun waktu tersebut korban belum ditemukan, operasi akan dilanjutkan dengan pemantauan serta koordinasi bersama masyarakat setempat.

"Apabila nanti ada tanda-tanda ditemukan korban, kami akan membuka kembali pelaksanaan operasi SAR tersebut," kata Sidakarya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Polri Mutasi 264 Perwira Ti...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya   

Mabes Polri Belum Beri Penjelasan Isu Penangkapan Jenderal dan Petinggi Polri lainnya  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.