Trump Akui AS Serang Iran, Teheran Siaga Perang dan Tawarkan Buka Selat Hormuz
Kamis, 05 Nov 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: AFP/MANDEL NGAN
TEHERAN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (3/11) mengonfirmasi bahwa militer AS telah melancarkan serangan terhadap Iran. Sementara itu, Teheran memperingatkan bahwa tidak ada pihak yang akan diuntungkan jika perang kembali pecah.
Perkembangan tersebut terjadi menjelang pemilihan paruh waktu AS, yang berpotensi memengaruhi posisi politik dan kekuasaan Trump. Namun, Trump menepis spekulasi bahwa Washington tengah bersiap melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran setelah pemungutan suara selesai.
"Tampaknya kita mendapatkan semua yang kita inginkan," ujar Trump kepada surat kabar Inggris, Financial Times, pada Selasa (3/11).
"Saya siap, kami siap. Kami sudah dalam posisi siaga penuh jika harus bertindak, tetapi mungkin tidak ada alasan untuk melakukan itu."
Kepala negosiator Iran dalam pembicaraan dengan AS, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa Republik Islam tersebut "siap untuk bertempur dengan jari di pelatuk senjata". Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa Teheran tetap memiliki hak untuk melakukan "pembelaan diri yang sah" setelah serangan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pemerintahannya masih berupaya menyelesaikan krisis melalui dialog. Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada pihak yang akan memperoleh keuntungan jika konflik kembali berkobar.
Pezeshkian menambahkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran baru-baru ini telah memberikan kewenangan baru kepada pemerintah untuk merundingkan sejumlah persoalan yang sebelumnya dianggap tabu untuk dibahas.
Trump mengonfirmasi serangan terhadap Iran dalam wawancara dengan Fox News, setelah sejumlah media AS melaporkan adanya serangan di Pulau Qeshm, Iran, yang terletak di Selat Hormuz.
"Mereka membangun fasilitas antipesawat... Begitu fasilitas itu selesai dibangun, kami langsung menghancurkannya tadi malam dengan sangat telak," ujar Trump dalam acara "Fox & Friends". Ia menyebut serangan tersebut hanya sebagai "serangan kecil".
Perang yang pecah pada Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan besar-besaran terhadap Iran, telah mengalami kebuntuan selama berbulan-bulan.
Seorang juru bicara militer Israel mengatakan kepada AFP bahwa negaranya tidak terlibat dalam serangan yang dilaporkan terjadi di Pulau Qeshm tersebut.
Serangan itu berlangsung hanya beberapa jam setelah Trump mengisyaratkan bahwa kesepakatan dengan Teheran masih mungkin tercapai. Perkembangan tersebut terjadi menjelang pemungutan suara pemilihan paruh waktu AS, yang diwarnai ketidakpuasan publik terhadap perang dan dampak inflasi yang ditimbulkannya.
"Iran menginginkan penyelesaian, sesegera mungkin," tulis Trump melalui platform Truth Social.
Ghalibaf mengatakan Iran telah menyampaikan sikapnya secara jelas dan kini "bola ada di tangan Amerika untuk mencegah perang".
Pembukaan Selat Hormuz
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan dirinya dan Trump optimistis kesepakatan dengan Iran dapat tercapai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!