Kemenkes Temukan 3 Varian Genom TBC dari Penelitian 7.000 Pasien
Kamis, 05 Nov 2026, 12:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
BADUNG - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menemukan tiga varian genom tuberkulosis (TBC) berdasarkan hasil penelitian terhadap 7.000 pasien TBC di berbagai wilayah tanah air.
Dalam forum The 40th Stop TB Partnership Board Meeting 2026 di Sunset Road, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (5/11), Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan penelitian tersebut dilakukan dengan dukungan pendanaan Global Fund dan melibatkan penggunaan teknologi pengurutan genom dari Illumina dan Oxford Nanopore.
Dari hasil penelitian yang telah diselesaikan, ditemukan tiga varian TBC yang memiliki karakteristik berbeda berdasarkan wilayah geografis, yakni Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur.
"Saya ingin memeriksa apakah hal ini akan berdampak pada sensitivitas atau kurangnya sensitivitas serta efektivitas vaksin dan pengobatan baru tersebut, mengingat terdapat varian-varian yang sangat jelas perbedaannya, tiga varian berbeda, yakni varian Indonesia bagian barat, Indonesia bagian tengah, dan Indonesia bagian timur," kata Budi.
Menurutnya, hasil penelitian tersebut perlu ditindaklanjuti untuk mengetahui apakah perbedaan karakteristik genom TBC di setiap wilayah berpengaruh terhadap efektivitas vaksin maupun pengobatan yang dikembangkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Temuan tersebut diharapkan menjadi dasar pengembangan vaksin dan pengobatan TBC yang lebih efektif.
Menurutnya, penelitian itu penting karena pemerintah ingin memastikan pengembangan teknologi vaksin dan obat TBC dapat mempertimbangkan karakteristik varian penyakit yang ditemukan di Indonesia.
Temuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat penelitian dan pengembangan teknologi kesehatan dalam penanggulangan TBC.
Budi menyampaikan apresiasi kepada Global Fund atas dukungan pendanaan penelitian pengurutan genom terhadap 7.000 pasien TBC tersebut.
Ia menilai pemetaan karakteristik genom TBC penting untuk mendukung strategi penanganan penyakit yang lebih tepat, terutama dalam pengembangan vaksin dan penentuan efektivitas terapi.
Indonesia saat ini juga terlibat dalam uji klinis fase ketiga vaksin TBC M72 bersama sejumlah negara lainnya. Selain itu, pemerintah sedang mempersiapkan uji klinis obat baru TBC yang diharapkan dapat memperpendek masa pengobatan.
Budi berharap hasil penelitian genom tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan vaksin dan pengobatan baru, sehingga upaya penanggulangan TBC di Indonesia dapat dilakukan secara lebih efektif.
"Tidak ada satu pun hal yang sampai ke tangan pasien secara kebetulan. Kita perlu melakukan skrining terhadap pasien, memberikan pengobatan, serta menyalurkan vaksin kepada mereka," katanya.
Dalam forum internasional tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyoroti tingginya angka kematian akibat tuberkulosis (TBC) di Indonesia yang mencapai 136.000 orang. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah insiden TBC tertinggi kedua di dunia setelah India.
Budi mengatakan besarnya angka kematian tersebut harus menjadi dorongan bagi pemerintah untuk mempercepat langkah penanggulangan TBC.
Menurut dia, setiap lima menit dirinya berbicara dalam forum tersebut, rata-rata dua orang Indonesia meninggal dunia akibat penyakit TBC.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!