Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Erupsi Beruntun, Awan Panas Semeru Meluncur hingga 4,5 Kilometer ke Besuk Kobokan

5 Kamis, 05 Nov 2026, 12:44 WIB | Oleh:
Erupsi Beruntun, Awan Panas Semeru Meluncur hingga 4,5 Kilometer ke Besuk Kobokan Erupsi Beruntun, Awan Panas Semeru Meluncur hingga 4,5 Kilometer ke Besuk Kobokan Doc: Istimewa
Ket. Seluruh luncuran awan panas mengarah ke tenggara, yakni kawasan Besuk Kobokan. Adapun sebaran abu vulkanik terpantau bergerak ke sejumlah arah, termasuk selatan, barat daya, dan tenggara.

LUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, meningkat pada Kamis (5/11) pagi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami rangkaian erupsi yang disertai awan panas guguran (APG), dengan jarak luncur terjauh mencapai 4,5 kilometer ke arah tenggara melalui Besuk Kobokan.

Salah satu erupsi terjadi pada pukul 08.43 WIB. Berdasarkan laporan aktivitas vulkanik, kolom abu teramati mencapai sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl). Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah selatan serta barat daya.

Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 4 menit 11 detik. Letusan juga disertai APG yang meluncur sejauh kurang lebih 3.500 meter dari kawah puncak ke arah tenggara, tepatnya melalui Besuk Kobokan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, membenarkan adanya luncuran awan panas tersebut. Dia menyebut jarak luncur APG pada erupsi pukul 08.43 WIB mencapai 3.500 meter.

Namun, aktivitas Semeru tidak berhenti pada kejadian tersebut. Berdasarkan laporan terbaru BPBD Lumajang, gunung itu tercatat mengalami tiga kali erupsi sejak pukul 06.33 WIB hingga 09.24 WIB.

Erupsi pertama terjadi pukul 06.33 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 700 meter dan jarak luncur APG mencapai 3 kilometer. Erupsi kedua berlangsung pukul 08.43 WIB dengan jarak luncur awan panas sekitar 3,5 kilometer.

Sementara itu, erupsi ketiga terjadi pukul 09.24 WIB. Pada kejadian tersebut, jarak luncur awan panas guguran dilaporkan mencapai 4,5 kilometer.

Seluruh luncuran awan panas mengarah ke tenggara, yakni kawasan Besuk Kobokan. Adapun sebaran abu vulkanik terpantau bergerak ke sejumlah arah, termasuk selatan, barat daya, dan tenggara.

BPBD Lumajang meningkatkan kesiapsiagaan menyusul rangkaian aktivitas tersebut. Pemantauan dilakukan melalui sejumlah pos pantau, terutama di kawasan Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo.

Pemerintah Kabupaten Lumajang juga memperkuat pemantauan dengan menambah delapan unit kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik rawan. Penambahan itu membuat BPBD kini memiliki total 15 CCTV untuk memantau aktivitas gunung, daerah aliran sungai, serta jalur yang berpotensi mengalami longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan delapan CCTV baru tersebut dipasang di sejumlah lokasi strategis, antara lain kawasan hunian tetap Bumi Semeru Damai di Desa Sumbermujur, daerah aliran sungai Bondeli, kawasan Gladak Perak, KM 56 dan KM 57 Piket Nol, Bukit Sriti, serta Watu Lapis di Desa Sumberurip.

Selain pemantauan melalui CCTV, BPBD menyiagakan personel di Pos Curah Kobokan dan Pos Oro-Oro Ombo. Sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) juga diperkuat untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan aktivitas vulkanik.

Hingga laporan BPBD diterima, belum ada kerusakan yang dilaporkan akibat rangkaian erupsi tersebut. Kondisi masyarakat yang berada di luar zona bahaya juga disebut masih aman dan terkendali. Meski demikian, pemantauan dan kesiapsiagaan tetap ditingkatkan.

Saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar kawasan tersebut, warga juga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter dari tepi aliran Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Larangan aktivitas juga berlaku dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena kawasan tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Perum Bulog: Sulawesi Tenga...
Megapolitan
Pemkab Bogor Benahi Akses d...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ijazah Asli Jokowi Ditunjukkan Kepada Pengunjung Sidang

Ijazah Asli Jokowi Ditunjukkan Kepada Pengunjung Sidang

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.