Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Anak Berkebutuhan Khusus di Sulteng Berhak Mendapat Pendidikan Setara.
Kamis, 05 Nov 2026, 14:31 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di seluruh wilayah provinsi itu.
"Semua anak punya hak yang sama untuk belajar dan meraih masa depan," kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid dalam keterangan tertulis di Palu, Kamis.
Penegasan itu disampaikan saat meresmikan gedung sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan mushalla Sekolah Luar Biasa (SLB) Kilongan, di Kabupaten Banggai dan peresmian SLB di Kelurahan Salakan, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan.
Ia mengatakan pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, pembangunan daerah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan agar mampu melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing.
“SLB memiliki peran penting untuk memastikan, tidak ada anak yang tertinggal dari akses pendidikan,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menjelaskan pemerintah memberikan fasilitas gedung sekolah, sebagai komitmen untuk menghadirkan ruang belajar yang lebih nyaman dan representatif. Sementara pembangunan mushalla merupakan upaya untuk memenuhi fasilitas penunjang kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter warga sekolah.
Ia menekankan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus tidak boleh kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan fisik. Mereka memiliki potensi dan kemampuan yang harus diberikan ruang untuk berkembang.
“Mereka juga bisa berkarier dan memiliki keahlian. Jangan pernah memandang mereka sebelah mata. Setiap anak memiliki kecerdasan dan kemampuan yang harus diberikan kesempatan untuk berkembang,” katanya.
Gubernur menjelaskan komitmen pemerataan pendidikan tersebut sejalan dengan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yakni Berani Cerdas. Program itu bertujuan memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan tanpa terkendala keterbatasan ekonomi, termasuk hingga jenjang perguruan tinggi.
Ia mendorong para pelajar agar terus belajar, memiliki cita-cita tinggi, dan tidak takut merantau untuk menuntut ilmu. "Keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi maupun status keluarga, tetapi oleh semangat, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!