Kapal Perang Korea Selatan akan Dekati Selat Hormuz setelah Trump Kritik Dukungan Seoul
Kamis, 05 Nov 2026, 12:12 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SEOUL - Korea Selatan berencana memperluas wilayah operasi unit angkatan laut anti-pembajakan Cheonghae hingga mendekati Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah dan tekanan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar Seoul memberikan dukungan lebih besar terhadap perang melawan Iran.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyatakan pemerintah akan mengajukan persetujuan parlemen untuk memperluas wilayah operasi unit Cheonghae hingga perairan dekat Pelabuhan Duqm, Oman. Lokasi tersebut berjarak sekitar 650 kilometer dari Selat Hormuz.
Usulan itu juga harus mendapatkan persetujuan Presiden Lee Jae Myung dan kabinet sebelum dapat direalisasikan.
Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan perluasan misi tersebut ditujukan untuk melindungi warga negara Korea Selatan sekaligus menjaga kepentingan ekonomi negara.
"Peningkatan misi unit Cheonghae bertujuan untuk melindungi warga negara kita dan menjaga kepentingan ekonomi kita," kata pejabat tersebut kepada wartawan, seperti dikutip The Guardian, Kamis (5/11).
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, Seoul menegaskan bahwa peningkatan operasi tersebut bukan bagian dari keterlibatan militer dalam perang melawan Iran. Misi Cheonghae tetap difokuskan pada kegiatan non-tempur dan akan dijalankan secara independen dari pasukan negara-negara sekutu.
Wilayah operasinya juga dibatasi di perairan terbuka sebelah selatan Oman. Pesawat patroli maritim Korea Selatan tidak diperbolehkan menargetkan maupun memantau wilayah Iran, termasuk perairan teritorial dan bagian dalam Selat Hormuz.
Rencana perluasan operasi ini muncul setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) melaporkan sejumlah insiden kebakaran kapal di sekitar Selat Hormuz.
IRGC menyebut dua kapal tanker minyak dan sebuah kapal tunda terbakar dalam insiden terpisah setelah mencoba menggunakan jalur tidak resmi untuk melintasi selat tersebut.
Salah satu kapal tanker dilaporkan menabrak ranjau ketika mencoba melewati jalur di bagian selatan perairan. Sementara itu, sebuah kapal tanker super lainnya terbakar setelah keluar dari rute pelayaran di bagian timur selat.
Kapal tunda yang mendekati kapal kedua untuk membantu memadamkan api juga ikut terbakar.
Di sisi lain, keputusan Seoul memperluas operasi angkatan laut juga tidak bisa dilepaskan dari hubungan dengan Washington. Trump sebelumnya melontarkan kritik terhadap Korea Selatan karena dinilai tidak memberikan dukungan memadai terhadap perang AS melawan Iran.
Bahkan, Trump mengambil langkah mengurangi skala latihan militer gabungan berskala besar antara kedua negara pada musim panas tahun ini. Kebijakan tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu AS di Asia Timur tersebut.
Meski demikian, Presiden Lee Jae Myung sebelumnya telah menegaskan bahwa Korea Selatan tidak akan mengerahkan aset militernya ke Timur Tengah dengan cara yang berpotensi menyeret negara tersebut ke dalam konflik bersenjata.
Pernyataan itu disampaikan Lee pada 18 September. Saat itu, Seoul menyatakan tetap mempertimbangkan kemungkinan mengambil peran lebih besar dalam menjaga keamanan jalur pelayaran internasional.
Perkuat Armada di Timur Tengah
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!