Produksi dan Ekspor Meningkat, PT Timah Catat Lonjakan Laba Bersih
Selasa, 03 Nov 2026, 20:52 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: PT Timah Tbk
JAKARTA — PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,12 triliun pada periode Januari hingga September 2026. Angka tersebut melonjak 584 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp602,42 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang diumumkan pada 30 Oktober 2026, peningkatan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, kenaikan produksi, serta penguatan penjualan logam timah, terutama ke pasar ekspor.
Direktur Utama PT Timah Tbk, Restu Widiyantoro, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan penguatan kinerja keuangan dan operasional perusahaan. Ia juga menyebut dukungan pemerintah, pengawasan, penegakan aturan, serta sinergi dalam ekosistem BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID turut berkontribusi terhadap hasil tersebut.
“Capaian ini mencerminkan penguatan kinerja keuangan dan operasional sekaligus bentuk konkret atas efektivitas dari dukungan pemerintah melalui kebijakan, pengawasan, serta penegakan aturan. Begitu pula dengan sinergi di dalam ekosistem BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID, serta dedikasi seluruh pihak di PT Timah dan masyarakat di wilayah operasi kami,” ujar Restu melalui siaran pers pada hari Selasa (3/11).
Pendapatan dan Laba Usaha Meningkat
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain laba bersih, PT Timah mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp16,15 triliun hingga akhir September 2026. Nilai tersebut meningkat 144 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,61 triliun.
Laba usaha perusahaan juga tumbuh 594 persen menjadi Rp5,6 triliun, dari sebelumnya Rp807,25 miliar. Sementara itu, EBITDA mencapai Rp6,18 triliun atau meningkat 323 persen dibandingkan Rp1,46 triliun pada periode Januari–September 2025.
Dari sisi efisiensi, perusahaan menyatakan berhasil menekan beban pokok pendapatan hingga 16 persen di bawah target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Perubahan (RKAPP).
Sebaiknya Anda baca juga:
Posisi kas akhir September 2026 tercatat sebesar Rp4,25 triliun, meningkat dibandingkan Rp1,34 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Produksi Bijih dan Logam Timah Meningkat
Penguatan kinerja keuangan PT Timah ditopang oleh peningkatan produksi di sektor hulu dan hilir. Produksi bijih timah kumulatif hingga September 2026 mencapai 18.883 ton Sn atau sekitar 97 persen dari target RKAPP.
Jumlah tersebut meningkat 55 persen dibandingkan produksi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 12.190 ton Sn.
Produksi logam timah juga mengalami kenaikan 49 persen secara tahunan, dari 10.855 metrik ton Sn pada Januari–September 2025 menjadi 16.190 metrik ton Sn pada periode yang sama tahun ini.
Perusahaan menargetkan volume produksi sepanjang 2026 lebih tinggi dibandingkan pencapaian pada 2025.
Di sektor penjualan, volume logam timah yang dipasarkan mencapai 16.304 metrik ton hingga September 2026. Angka tersebut meningkat 72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 9.469 metrik ton. Penjualan tersebut didominasi oleh pasar ekspor.
Selain kenaikan volume penjualan, harga jual rata-rata logam timah juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan. PT Timah mencatat harga jual rata-rata sebesar US$51.011 per metrik ton, meningkat 52 persen dibandingkan US$33.596 per metrik ton pada periode Januari–September 2025. Harga tersebut juga tercatat 11 persen di atas target RKAPP perusahaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!