Produksi Padi Sulut Turun Ribuan Ton, Ini Angka Mengejutkan Hasil Catatan BPS
Selasa, 03 Nov 2026, 20:45 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Nancy L Tigauw
MANADO - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) mencatat penurunan luas panen dan produksi padi di Provinsi Sulawesi Utara pada 2026 berdasarkan angka sementara menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Penurunan tersebut terlihat dari berkurangnya luas panen padi serta jumlah produksi gabah kering giling (GKG) yang dihasilkan sepanjang tahun 2026," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Dr Watekhi, di Manado, Selasa (3/11).
Dia mengatakan luas panen padi di Sulawesi Utara pada 2026 tercatat mencapai 55,41 ribu hektare, mengalami penurunan sebesar 4,51 ribu hektare atau 7,52 persen dibandingkan luas panen padi pada 2025 yang mencapai 59,91 ribu hektare.
Berkurangnya luas panen tersebut, katanya, menjadi salah satu gambaran perkembangan sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan di Sulawesi Utara. Penurunan luas panen menunjukkan bahwa area lahan yang menghasilkan padi pada 2026 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejalan dengan penurunan luas panen, produksi padi Sulawesi Utara pada 2026 juga mengalami penurunan. Berdasarkan angka sementara, produksi padi tercatat sebanyak 257,81 ribu ton gabah kering giling (GKG) turun sebanyak 7,30 ribu ton atau 2,75 persen dibandingkan produksi padi pada 2025 yang mencapai 265,11 ribu ton GKG.
Meskipun mengalami penurunan, katanya, produksi padi Sulawesi Utara pada 2026 masih mencapai lebih dari 257 ribu ton GKG. Capaian ini menunjukkan bahwa kegiatan produksi tanaman padi tetap berlangsung di berbagai wilayah sentra pertanian, meskipun luas panen dan total produksi lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika dikonversikan menjadi beras, katanya, produksi padi Sulawesi Utara pada 2026 diperkirakan mencapai 144,87 ribu ton. Angka tersebut merupakan hasil konversi dari produksi gabah kering giling ke dalam bentuk beras yang dapat dikonsumsi masyarakat.
Perbandingan data luas panen dan produksi menunjukkan bahwa persentase penurunan produksi padi lebih kecil dibandingkan penurunan luas panen. Luas panen turun 7,52 persen, sedangkan produksi padi berkurang 2,75 persen. Perbedaan ini memberikan gambaran bahwa penurunan produksi tidak sepenuhnya sebanding dengan berkurangnya luas panen.
Perkembangan angka sementara tersebut menjadi perhatian dalam upaya menjaga produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian di Sulawesi Utara.
Penguatan produktivitas lahan, peningkatan kualitas pengelolaan pertanian, serta dukungan sarana dan prasarana produksi diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan beras dan mendukung ketahanan pangan daerah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!