Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko Perekonomian: Pemerintah Siapkan Diskon Rp30 Triliun untuk Nataru dan Bansos 2026

3 Selasa, 03 Nov 2026, 20:00 WIB | Oleh:
Menko Perekonomian: Pemerintah Siapkan Diskon Rp30 Triliun untuk Nataru dan Bansos 2026 Menko Perekonomian: Pemerintah Siapkan Diskon Rp30 Triliun untuk Nataru dan Bansos 2026 Doc: RRI/Afriani Respati
Ket. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2026. Langkah tersebut dilakukan melalui program diskon Nataru dan penyaluran bantuan sosial senilai sekitar Rp30 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan stimulus tersebut diharapkan membantu menjaga daya tahan konsumsi masyarakat pada akhir tahun. "Kemudian daya beli dalam negeri dengan ada program Nataru, ada spesial diskon di sana," ucap Airlangga usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11).

"Juga ada program-program bantuan sosial yang senilai dengan angka sekitar Rp30 triliun," ujar Airlangga, menambahkan. Airlangga juga menyebut bantuan beras sebanyak 30 kilogram per keluarga sebagai salah satu upaya membantu mengendalikan tekanan inflasi.

Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. "Ya, tentu kita tetap mendorong sektor ekspor-impor, jadi ekspor-impor tetap kita akan dorong," kata Airlangga.

Airlangga juga menjelaskan inflasi Indonesia pada Oktober 2026 mencapai 3,23 persen secara tahunan atau year on year. Sementara itu, inflasi bulanan tercatat 0,22 persen dan inflasi tahun kalender mencapai 2,4 persen.

Ia mengatakan tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok harga pangan bergejolak atau volatile food. Kelompok tersebut mencatatkan inflasi 5,81 persen, sedangkan inflasi inti sebesar 2,56 persen dan harga yang diatur pemerintah sebesar 3,24 persen.

"Namun inflasi masih tetap dalam 2,5 plus minus 1%. Jadi pemerintah tidak khawatir karena yang naik juga terkait dengan penghasilan dari petani," kata dia.

Airlangga menyebut kenaikan harga pangan antara lain dipengaruhi komoditas makanan dan minuman, daging kambing, serta ikan segar. Selain itu, kenaikan tarif transportasi, termasuk angkutan udara, turut memberikan tekanan terhadap inflasi.

"Namun kita punya program untuk discount menjelang Nataru. Jadi kenaikan itu nanti kita akan kompensasi dengan discount," ujar Airlangga.

Pemerintah berharap kombinasi bantuan sosial, bantuan pangan, dan diskon akhir tahun dapat menjaga daya beli masyarakat. Langkah tersebut juga diharapkan mendukung aktivitas ekonomi hingga penutupan tahun 2026. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Polri Tetapkan 3 Tersangka ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

Kabar Gembira!!! BSU 2026 Rp900 Ribu Resmi Ditetapkan Pemerintah, Syarat & Penerimanya Cek Disini!

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.