OPEC+ Tahan Produksi Minyak di Tengah Perlambatan Permintaan
Selasa, 03 Nov 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: AFP/JOE KLAMAR
Wina - Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) bersama sekutunya yang tergabung dalam OPEC+ memutuskan mempertahankan tingkat produksi minyak tanpa perubahan pada Desember 2026. Keputusan tersebut menjadi langkah ketiga berturut-turut setelah kelompok produsen itu menghentikan sementara kenaikan produksi mulai Oktober.
Dalam pernyataan pada Minggu (1/11), OPEC menyebutkan tujuh negara anggota OPEC+, yakni Arab Saudi, Russia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, menyepakati kebijakan tersebut setelah menggelar pertemuan virtual untuk meninjau kondisi dan prospek pasar minyak global.
"Ketujuh negara peserta memutuskan mempertahankan tingkat produksi yang ditetapkan pada September 2026 untuk Desember 2026," demikian pernyataan OPEC.
Berdasarkan kesepakatan itu, tingkat produksi gabungan ketujuh negara tersebut dipertahankan sekitar 31,01 juta barel per hari pada Desember. Arab Saudi tetap memiliki tingkat produksi 10,48 juta barel per hari, disusul Russia sebesar 9,95 juta barel per hari dan Irak sebanyak 4,43 juta barel per hari.
Seperti dikutip dari Antara, ketujuh negara tersebut sebelumnya meningkatkan produksi minyak setiap bulan sejak April hingga September 2026. Namun, kenaikan itu dihentikan sementara pada Oktober dan tingkat produksi November dipertahankan tanpa perubahan.
OPEC menyatakan ketujuh negara akan kembali menggelar pertemuan pada 29 November untuk mengevaluasi kondisi pasar dan menentukan langkah berikutnya.
Keputusan mempertahankan produksi tersebut muncul di tengah proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global yang lebih rendah pada 2026. Dalam laporan pasar minyak bulanan yang dirilis pada 13 Oktober, OPEC memperkirakan permintaan minyak dunia hanya tumbuh sekitar 200.000 barel per hari secara tahunan, turun dari proyeksi sebelumnya pada September sebesar 400.000 barel per hari.
OPEC memperkirakan permintaan minyak negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) turun sekitar 200.000 barel per hari secara tahunan pada 2026. Sebaliknya, permintaan di negara-negara non-OECD diperkirakan meningkat sekitar 400.000 barel per hari.
Meski proyeksi pertumbuhan permintaan pada 2026 direvisi turun, OPEC justru menaikkan perkiraan untuk 2027. Permintaan minyak global diproyeksikan tumbuh sekitar 2,6 juta barel per hari secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 2,4 juta barel per hari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!