Miris! 90% Bawang Putih Indonesia Ternyata dari China
Selasa, 03 Nov 2026, 10:54 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor asal Tiongkok masih sangat tinggi. Saat ini sekitar 90 persen kebutuhan bawang putih nasional dipenuhi dari Tiongkok.
Fakta tersebut menjadi pembahasan utama dalam pertemuan bilateral Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan Menteri Pertanian Tiongkok Zhang Zhu di Beijing, Senin (2/11).
Dalam pertemuan itu, Mentan Amran menegaskan kerja sama dengan Tiongkok tidak boleh hanya soal jual-beli, tetapi harus mampu memangkas ketergantungan impor melalui transfer teknologi dan pengembangan produksi di dalam negeri.
"Kita ingin kerja sama hulu sampai hilir untuk bawang putih, mulai dari benih, teknologi, alat dan mesin pertanian, hingga membangun klaster di Indonesia," ungkap Mentan Amran.
Amran mengusulkan pembangunan klaster bawang putih terintegrasi di Indonesia dengan dukungan penuh teknologi dari Tiongkok, mulai dari penyediaan benih unggul, teknik budidaya modern, hingga mekanisasi pertanian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Merespons usulan itu, Mentan Tiongkok Zhang Zhu menyatakan dukungannya. Tiongkok siap memperdalam pembahasan teknis mengenai teknologi produksi bawang putih untuk dikembangkan di Indonesia.
"Kami sangat mendukung pengembangan produksi bawang putih di Indonesia. Kami siap memperdalam pembahasan, terutama terkait teknologi produksi, penanaman, dan aspek teknis lainnya," ujar Zhang.
Selain isu bawang putih, kedua menteri juga membahas penguatan kerja sama untuk komoditas strategis lainnya. Mentan Amran mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan Indonesia seperti kelapa, kopi, dan durian ke Tiongkok, serta pengembangan industri pengolahan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di bidang investasi, Mentan Amran menawarkan kawasan khusus yang telah disiapkan pemerintah untuk industri kelapa, rumput laut, dan vaksin pertanian. Lahan dan legalitas disebut sudah siap untuk investor Tiongkok.
Zhang juga menyoroti besarnya perdagangan kedua negara yang pada 2025 mencapai US$125 miliar atau sekitar 25 persen dari total perdagangan Tiongkok dengan Asia Tenggara. Ia menilai capaian pertanian Indonesia patut diapresiasi dan membuka ruang kerja sama lebih luas, termasuk pemanfaatan drone, robot pertanian, dan kecerdasan buatan (AI).
Kedua negara sepakat membentuk working group untuk komoditas kopi, kakao, dan kelapa sawit, serta mendorong kerja sama riset gandum dan produk susu, mengingat kebutuhan susu Indonesia mencapai 4 juta ton per tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!