Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menag Nasaruddin Umar Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Kerukunan dan Maknai Ulang Toleransi.

3 Selasa, 03 Nov 2026, 11:20 WIB | Oleh:
Menag Nasaruddin Umar Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Kerukunan dan Maknai Ulang Toleransi. Menag Nasaruddin Umar Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Kerukunan dan Maknai Ulang Toleransi. Doc: Antara Foto
Ket. Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh lintas agama di Jakarta.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menggelar pertemuan dengan sejumlah para tokoh lintas agama di Indonesia dan mengajak mereka untuk terus memperkuat kerukunan serta memaknai ulang konsep toleransi beragama.

Nasaruddin Umar mengatakan toleransi tidak lagi cukup dipahami sebatas kompromi atas perbedaan, tetapi perlu diarahkan pada penguatan dan pencarian persamaan antarumat.

“Kalau toleransi itu, kesannya, image-nya, kita seolah-olah ada unsur dipaksa untuk memberikan suatu pengakuan yang tidak sesuai dengan hati nurani kita,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Redefinisi itu, kata Menag, menjadi kunci untuk menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat diplomasi religius (religious diplomacy) Indonesia yang berbasis hati nurani di tengah situasi global saat ini.

Menag menegaskan standar toleransi yang biasa tidak lagi memadai. Selama ini, toleransi kerap dipersepsikan secara pasif, seolah-olah mengandung unsur paksaan untuk menerima perbedaan yang belum tentu selaras dengan hati nurani.

Oleh karena itu, menurut Menag, wilayah pergesekan akibat sekat perbedaan harus diperkecil dengan memperluas wilayah perjumpaan dan mencari persamaan substansial antarajaran agama.

Tradisi pengajaran agama yang terlalu menekankan perbedaan dinilai perlu diubah menuju pemahaman yang objektif bahwa ajaran moral, etika, dan kisah-kisah spiritual universal antaragama memiliki jauh lebih banyak titik temu.

“Sebetulnya, kalau kita mau jujur, wilayah toleransi semacam itu bisa diperkecil. Apa yang selama ini kita anggap berbeda, sesungguhnya jangan-jangan tidak berbeda, hanya persepsi kita yang terlalu membedakannya satu sama lain,” kata dia.

Gagasan itu berangkat dari dinamika ketidakpastian dunia. Saat ini, kata Menag, banyak negara di Eropa hingga Afrika mengalami kemunduran ekonomi, inflasi yang tinggi, kelangkaan energi, hingga krisis.

Sebaliknya, Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,6 persen, inflasi yang terkendali, serta cadangan pangan nasional yang mencukupi.

Menurut Menag, kemampuan Indonesia bertahan di tengah paceklik global tersebut tidak lepas dari kontribusi para pemimpin agama yang secara konsisten mampu menenangkan umat di akar rumput.

Selain memperkuat kerukunan di dalam negeri, nilai-nilai persatuan antarumat beragama juga menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menjalankan diplomasi religius di tingkat internasional.

“Pendekatan diplomasi formal melalui lembaga dunia seperti PBB kerap mengalami jalan buntu dalam meredam konflik global. Sebaliknya, diplomasi religius yang menyentuh hati nurani, humanity is only one, terbukti mampu membangun kesadaran kolektif kemanusiaan tanpa memandang sekat suku, ras, atau agama,” kata dia.

Di samping krisis ekonomi dan geopolitik, Menag mengingatkan adanya tantangan besar pada masa depan, seperti disrupsi teknologi berupa kecerdasan buatan tingkat tinggi (artificial super intelligence) hingga persoalan moral generasi muda.

Untuk menghadapinya, Kementerian Agama mendorong konsolidasi seluruh wadah ikatan cendekiawan lintas agama, mulai dari cendekiawan Muslim, Katolik, Kristen, Buddha, Hindu, hingga Khonghucu, untuk duduk bersama merumuskan strategi kebangsaan.

“Dengan kolaborasi lintas iman yang kuat, Indonesia optimistis mampu berdiri kokoh sebagai teladan kerukunan beragama bagi dunia,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Mengkhawatirkan, PBB Soroti...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

Ekspor Indonesia ke China Tembus US$54,17 Miliar! Komoditas Apa yang Paling Diburu?

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.