Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Regenerasi Sawah di Tangan Anak Muda, Bandung Siapkan Petani Masa Depan

1 Minggu, 01 Nov 2026, 22:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Regenerasi Sawah di Tangan Anak Muda, Bandung Siapkan Petani Masa Depan Regenerasi Sawah di Tangan Anak Muda, Bandung Siapkan Petani Masa Depan Doc: ANTARA FOTO/ Irfan Sumanjayaagr
Ket. Ilustrasi - Petani milenial memanen selada air sistem hidroponik.

BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian guna mempercepat regenerasi petani yang saat ini masih didominasi kelompok usia lanjut.

Bupati Bandung Dadang Supriatna, di Bandung, Minggu (1/11), mengatakan berdasarkan data sektor pertanian, Kabupaten Bandung memiliki sekitar 77.000 petani dengan rata-rata usia di atas 50 tahun, sehingga diperlukan keterlibatan anak muda untuk menjaga keberlanjutan sektor tersebut.

“Regenerasi ini sangat penting. KNPI silakan membuat suatu rencana atau program kerja yang ke depan bisa berkolaborasi dengan Dinas Pertanian, karena petani milenial juga sangat dibutuhkan di Kabupaten Bandung,” katanya lagi.

Ia berharap Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bandung dapat mengambil peran dalam menyiapkan program yang mendorong generasi muda terjun ke sektor pertanian melalui kolaborasi dengan perangkat daerah.

Menurut dia, sektor pertanian perlu dikembangkan sebagai peluang ekonomi bagi pemuda, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, produksi padi Kabupaten Bandung pada 2025 mencapai 353.307 ton gabah kering giling (GKG), dengan produksi beras sebanyak 204.028 ton.

Pemkab Bandung memproyeksikan produksi padi pada 2026 mencapai 480.000 hingga 520.000 ton GKG dari luas tanam sekitar 60.000 hektare, dengan produktivitas rata-rata diperkirakan delapan ton GKG per hektare.

Selain tanaman pangan, Kabupaten Bandung juga memiliki potensi perkebunan rakyat, terutama komoditas kopi yang berdasarkan data BPS Kabupaten Bandung memiliki luas areal sekitar 15.100 hektare pada 2025.

Dadang juga mengajak pemuda memanfaatkan potensi daerah, termasuk sektor peternakan, pariwisata, kuliner, industri kreatif, dan ekonomi digital sebagai ruang pengembangan usaha.

Selain regenerasi petani, ia menyebut Pemkab Bandung menargetkan penyediaan 10.000 kesempatan kerja dan usaha setiap tahun, sehingga KNPI diharapkan turut membantu mengidentifikasi potensi serta kebutuhan generasi muda.

“Pemuda bukan hanya calon pemimpin masa depan saja, melainkan juga sebagai pelaku pembangunan hari ini,” ujarnya.

Dadang berharap pengurus KNPI yang baru dilantik dapat menyusun program kerja konkret bersama pemerintah daerah, agar keterlibatan pemuda dalam pembangunan, khususnya sektor pertanian, dapat semakin meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Ekonomi
Magelang Sulap Karnaval Jad...
Luar Negeri
Polandia Menegang, Tatanan ...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.